Impack Tampilkan Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik Multilapis di IndoBuildTech Expo 2026

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:10 WIB
Impack Pratama hadirkan material bangunan bernilai tambah dalam IndoBuildTech Expo 2026.  (Dok. Istimewa)
Impack Pratama hadirkan material bangunan bernilai tambah dalam IndoBuildTech Expo 2026. (Dok. Istimewa)

PONTIANAKGLOBE.COM, KABUPATEN TANGERANG -- PT Impack Pratama Industri Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penerapan green construction dan ekonomi sirkular di Indonesia melalui partisipasinya dalam IndoBuildTech Expo Part 1 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Dalam pameran tersebut, Impack menghadirkan konsep "Thermal Waste" yang dikembangkan bersama Arthur Elmund Architect. Konsep ini memperlihatkan bagaimana sampah plastik multilapis, terutama kemasan saset yang sulit didaur ulang, dapat diolah menjadi material bangunan bernilai tambah melalui inovasi dan teknologi.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Akui Rumah di Sentul Milik Pribadi, Bantah Terkait Cafe de'Clan yang Digeledah Polri

Booth Impack yang berada di Hall 9, Booth 9-C-2 tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif mengenai proses transformasi limbah menjadi material bangunan berkelanjutan.

Fasad booth menggunakan Papan Plastik Multilapis Alduro, material yang dikembangkan dari sampah plastik melalui teknologi laminasi tanpa perekat berpelarut (solvent-free lamination technology). Teknologi tersebut memungkinkan limbah plastik memperoleh fungsi baru sebagai material bangunan yang kuat, fungsional, dan ramah lingkungan.

Untuk memperlihatkan proses transformasi tersebut, booth dibagi ke dalam tiga zona, yakni Landfill, Recycle Process, dan Result Product Display. Ketiga area itu mengajak pengunjung memahami perjalanan sampah plastik hingga menjadi produk siap pakai.

Sampah plastik multilapis, khususnya kemasan saset, dikenal sebagai salah satu jenis limbah yang paling sulit didaur ulang karena tersusun dari berbagai lapisan material seperti polyethylene (PE), polypropylene (PP), polyethylene terephthalate (PET), nilon, dan aluminium. Struktur tersebut membuat proses pemisahan material menjadi lebih kompleks dibandingkan plastik monomaterial.

Hadirkan Pengalaman Edukatif bagi Pengunjung

Principal Architect Arthur Elmund Architect, Arthur Elmund, mengatakan desain booth sengaja dibuat agar pengunjung dapat memahami proses transformasi material secara langsung.

"Kami tidak ingin pengunjung hanya melihat deretan produk. Kami ingin mereka merasakan perjalanan sebuah material, dari sesuatu yang dianggap telah mencapai akhir siklus hidupnya menjadi solusi yang kembali memiliki fungsi dan nilai. Karena itu, setiap area dalam booth dirancang sebagai bagian dari sebuah narasi yang memperlihatkan bagaimana desain dapat menjadi media untuk menjelaskan proses transformasi tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Keberlanjutan dan Pengembangan Produk PT Impack Pratama Industri Tbk, Sugiarto Romeli, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan material berbasis ekonomi sirkular.

"Bagi kami, inovasi bukan hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga menemukan cara agar material yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan kembali memperoleh nilai dan fungsi baru. Sampah plastik multilapis, terutama kemasan saset, merupakan salah satu tantangan terbesar dalam proses daur ulang. Melalui riset dan pengembangan teknologi, kami berupaya mengubah tantangan tersebut menjadi peluang sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular dan green construction di industri material bangunan," kata Sugiarto.

Baca Juga: Polisi Geledah Lokasi ke-13 di Cipete, Sita Dokumen dan Komputer

Tampilkan Beragam Solusi Material Bangunan

Papan Plastik Multilapis Alduro yang digunakan pada fasad booth diproduksi oleh PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), bagian dari Impack Pratama Group yang berfokus pada pengembangan material bangunan berbasis ekonomi sirkular.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X