PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, angkat bicara mengenai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Ia mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri sempat memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo sebelum proyek dimulai.
Menurut Hasto, Megawati mempertanyakan apakah proyek tersebut benar-benar dibutuhkan rakyat dan menekankan agar pemerintah lebih fokus pada kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, pertanian, dan penyediaan pupuk.
Baca Juga: IKN Disebut Mirip Proyek Whoosh, Pengamat: Janji Investasi Semua Nol
Hasto menyebut dirinya menjadi saksi bagaimana Megawati beberapa kali menegur Jokowi terkait urgensi pembangunan Whoosh. Ia menilai, kebutuhan masyarakat untuk sektor produktif jauh lebih penting dibanding proyek infrastruktur berbiaya besar itu.
Menurutnya, Megawati juga sudah mengingatkan kemungkinan adanya perubahan kebijakan dalam proyek tersebut, mulai dari awalnya tanpa jaminan negara hingga akhirnya melibatkan jaminan negara.
Selain itu, Hasto mengungkapkan Megawati pernah menyarankan agar pemerintah membangun jalur ganda atau double track kereta api ketimbang kereta cepat.
Usulan itu dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah, seperti di Sumatera yang membutuhkan terobosan transportasi publik.
“Paradigma transportasi publik yang berpihak kepada rakyat harus lebih dikedepankan,” ujar Hasto.
Meski demikian, Hasto menegaskan PDIP tetap menghormati keputusan Jokowi yang memilih melanjutkan proyek Whoosh. Ia mengaku partainya telah tiga kali memberi masukan terkait proyek tersebut.
Baca Juga: Munculnya Fenomena 'Purbaya Effect': Simbol Kepercayaan Baru Publik pada Figur Profesional
Menurutnya, proyek pembangunan seharusnya menitikberatkan pada potensi ekonomi daerah dan kebutuhan nyata masyarakat.
Sementara itu, Jokowi sebelumnya menegaskan proyek Whoosh memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut keberadaan kereta cepat akan memunculkan titik-titik ekonomi baru, membuka peluang bagi UMKM, dan meningkatkan sektor pariwisata maupun properti di Bandung serta sekitarnya.***