bizbuzz

Target 8 Persen Tak Mustahil, Rosan Roeslani Ungkap Jurus Jitu Dongkrak Ekonomi Nasional

Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:58 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan CEO Danantara, Rosan Roeslani optimis pertumbuhan ekonomi 8 persen. (Dok. Instagram/bpkm.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen, dan Menteri Investasi serta Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yakin target tersebut bukan sekadar mimpi.

Rosan menilai, investasi adalah kunci utama untuk mencapai pertumbuhan tersebut. Setelah konsumsi domestik, investasi menjadi pendorong terbesar dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Berdasarkan perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp13.032 triliun agar target 8 persen itu bisa terwujud.

Rosan menyebut realisasi investasi semester I 2025 telah mencapai Rp942,9 triliun atau naik 13,6 persen secara tahunan. Menariknya, investasi di luar Jawa justru lebih besar dibandingkan di Pulau Jawa.

“Kontribusi investasi luar Jawa sekitar 55 persen, sedangkan dari Jawa 45 persen. Itu sejalan dengan target yang ditetapkan Bappenas,” ujar Rosan dalam acara satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis, (16/10/2025).

Ia optimistis investasi yang terus tumbuh bisa menopang pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Selain itu, Rosan menyoroti peran Danantara sebagai katalis penting yang menumbuhkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Banyak investor luar negeri yang merasa lebih yakin berinvestasi karena kami di Danantara juga ikut menanam modal bersama mereka, baik sebagai mitra mayoritas maupun minoritas,” jelasnya.

Menurut Rosan, langkah itu menunjukkan keberanian negara untuk memastikan setiap proyek berjalan sukses dan memberikan imbal hasil yang sehat.

Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya bisa dicapai jika pertumbuhan sosial turut berjalan beriringan.

“Manusia Indonesia harus ikut tumbuh dalam wawasan, pengetahuan, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Jika itu tercapai, maka pertumbuhan ekonomi 8 persen sangat mungkin terwujud,” kata Rosan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai target 8 persen tetap realistis, namun butuh waktu dan tahapan yang jelas.

“Tidak bisa instan. Tahun depan kita dorong di kisaran 6 persen, lalu naik perlahan. Dengan perbaikan iklim investasi dan kebijakan yang tepat, target 8 persen bisa tercapai di akhir periode pemerintahan,” ucap Purbaya.***

Tags

Terkini