bizbuzz

Gaya Koboi Menkeu Baru RI: Optimistis soal Pertumbuhan Ekonomi, tapi Berisiko Picu Ketidakstabilan Pasar

Selasa, 16 September 2025 | 05:57 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menuai sorotan publik terkait gaya komunikasinya yang disebut dengan istilah ‘Cowboy Style’. (Dok. Kemenkeu)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Julukan “cowboy style” atau gaya koboi kini melekat kuat pada sosok Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa.

Tak hanya jadi bahan pembicaraan publik di dalam negeri, media Singapura The Straits Times juga menyoroti gaya komunikasi Menkeu pengganti Sri Mulyani tersebut.

Baca Juga: Zita Anjani Pamer Kepedulian Sosial, Netizen Beri Respons Berbeda

Dalam analisis berjudul “Indonesia's new 'cowboy style' finance minister bets big on growth” pada Senin, 15 September 2025, The Straits Times menilai Purbaya tampil blak-blakan dan penuh optimisme terhadap prospek ekonomi RI.

“Purbaya mengatakan ia menargetkan pertumbuhan 6 hingga 7 persen melalui percepatan belanja pemerintah, serta mengalihkan Rp200 triliun dari bank sentral ke bank-bank komersial,” tulis media itu.

Namun, The Straits Times juga mengingatkan, kebijakan fiskal yang agresif bisa berisiko menimbulkan ketidakstabilan pasar jika faktor politik ikut berperan.

Baca Juga: McDonald's Indonesia Konsisten Dukung Perekonomian Daerah, Kini Hadir di Pontianak

“Faktor politik berisiko menimbulkan ketidakstabilan, meski ia berniat menstimulasi perekonomian,” lanjut analisis tersebut.

Sejak resmi menggantikan Sri Mulyani pada 8 September 2025, gaya komunikasi spontan Purbaya memang langsung jadi sorotan.

Bahkan ia sendiri beberapa kali menyinggung hal tersebut dalam forum resmi.

1. Dari LPS ke Kemenkeu: Disorot Setiap Ucapan

Purbaya mengaku, saat memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), ia leluasa berbicara tanpa banyak pengawasan.

Kini, setiap ucapannya sebagai Bendahara Negara langsung diamati publik.

“Waktu di LPS nggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata kalau di keuangan beda Bu (Sri Mulyani), salah ngomong bisa dipelintir,” katanya saat konferensi pers usai serah terima jabatan, 9 September 2025.

Ia bahkan menyebut dirinya “menteri kagetan” yang masih beradaptasi dengan sorotan publik.

Halaman:

Tags

Terkini