wisata

Dorong Wisata Bersih di Lovina, Kemenparekraf Ajak Masyarakat dan Wisatawan Peduli Lingkungan

Selasa, 24 Juni 2025 | 07:05 WIB
Pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih di kawasan Pantai Banyualit, Buleleng pada Minggu, 22 Juni 2025. (Instagram @dishub_buleleng)

PONTIANAKGLOBE.COM, BULELENG -- Pantai Lovina, Buleleng, Bali menjadi pusat pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih (GWB), program Quick Win dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang berlangsung pada Minggu, 22 Juni 2025.

Kegiatan ini dilakukan melalui aksi bersih-bersih pantai di empat titik wisata unggulan Buleleng, yakni Pantai Binaria, Pantai Tasik Madu, Pantai Banyualit, dan Pantai Tanjung Alam.

Baca Juga: Paket Wisata 3B Diperkuat, Kemenpar Siapkan Rute Laut Banyuwangi–Lovina

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, hadir dan membuka kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kebersihan destinasi menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Destinasi yang bersih akan meninggalkan kesan mendalam. Wisatawan datang bukan hanya untuk keindahan, tapi juga kenyamanan,” ujar Ni Luh Puspa.

Aksi bersih pantai ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng, pelaku industri pariwisata, hingga masyarakat setempat.

Ni Luh Puspa juga mendorong agar gerakan ini menjadi agenda rutin, termasuk dengan melibatkan wisatawan melalui konsep volunteering tourism.

“Kami ingin wisatawan tidak sekadar menikmati, tetapi juga peduli dan ikut merawat. Ini bagian dari edukasi langsung yang bisa membentuk kebiasaan positif bagi semua,” tegasnya.

Baca Juga: Wamenpar Dorong Paket Wisata 3B, Genjot Daya Saing Bali Utara dan Barat

Menurutnya, kunci utama menjaga kebersihan bukan pada teknologi, melainkan pada kesadaran bersama. “Edukasi harus dilakukan terus-menerus hingga menjadi budaya,” tambahnya.

Dukungan untuk Paket Wisata 3B

Dalam kesempatan yang sama, Wamenpar juga menyinggung upaya pemerintah mengembangkan Paket Wisata 3B (Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara), yang telah diluncurkan pada 20 September 2024.

Program ini bertujuan memecah konsentrasi wisatawan dari Bali Selatan ke kawasan alternatif yang memiliki potensi besar seperti Bali Utara, Barat, dan Timur.

“Buleleng memiliki potensi luar biasa. Dengan dukungan destinasi yang bersih dan infrastruktur yang memadai, kawasan ini bisa jadi pilihan utama wisatawan,” ujarnya. ***

Tags

Terkini