PONTIANAKGLOBE.COM, BULELENG -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengembangan paket wisata terintegrasi Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara (3B) guna memeratakan arus kunjungan wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat membuka Forum Diskusi "Penguatan Amenitas dan Aksesibilitas Paket Wisata 3B" di Pantai Lovina, Buleleng, menyampaikan bahwa penjualan paket wisata 3B mengalami peningkatan 5–10 persen.
“Kita patut mengapresiasi capaian ini, tapi tidak boleh berpuas diri. Paket wisata 3B harus terus didorong agar wisatawan benar-benar tersebar merata ke seluruh Bali yang kaya akan potensi pariwisata,” ujarnya.
Menurut Wamenpar, sejumlah pelaku industri menyampaikan aspirasi terkait penguatan konektivitas, khususnya transportasi laut menggunakan kapal cepat dari Banyuwangi menuju destinasi di Bali Barat dan Bali Utara, termasuk ke Pantai Lovina.
“Fasilitas di Dermaga Boom, Banyuwangi, sudah siap, operator juga siap beroperasi. Namun, masih menjadi pekerjaan rumah untuk menyiapkan dermaga penerima di Lovina,” jelasnya.
Wamenpar juga menekankan pentingnya penguatan atraksi wisata di Buleleng dan Jembrana agar selaras dengan konsep pariwisata regeneratif.
“Pariwisata Buleleng dan Jembrana harus mengedepankan keberlanjutan agar menghasilkan wisatawan berkualitas serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ni Luh Puspa.
Baca Juga: Jokowi Tak Maju Jadi Caketum PSI, Kaesang: Sudah Kami Bahas di Solo
Ia berharap forum diskusi ini dapat melahirkan solusi konkret untuk penguatan dan pengembangan paket wisata 3B.
Selain itu, Kemenpar berkomitmen memberikan dukungan promosi dan mendorong keikutsertaan paket 3B dalam berbagai ajang travel mart nasional maupun internasional.
Penandatanganan MoU
Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenpar, Universitas Udayana, dan Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) mengenai Pengelolaan Sampah Terpadu untuk mendukung sektor pariwisata.
“Saya mengapresiasi dukungan Udayana dan berharap kolaborasi ini menghasilkan destinasi wisata yang lebih berkualitas,” ujar Wamenpar.
Turut hadir dalam acara ini antara lain Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kadis Pariwisata Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Anak Agung Komang Sapta Negara, Kadisbudpar Banyuwangi Taufik Rohman, Ketua IKAYANA Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Rektor Universitas Udayana I Putu Gede Adiatma, Direktur Eksekutif Indecon Ary S. Suhandi, dan CEO Aouturin Reza Permadi.