destinasi

Eiger Adventure Land Disegel, Dugaan Pelanggaran Lingkungan dan Sorotan Perizinan, Ternyata Dibangun Era Bupati Ade Yasin dan Diresmikan Sandiaga Uno

Minggu, 9 Maret 2025 | 21:19 WIB
Destinasi wisata Eiger Adventure Land (EAL) yang terletak di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, resmi disegel oleh pemerintah.

PONTIANAKGLOBE.COM, BOGOR -- Destinasi wisata Eiger Adventure Land (EAL) di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, resmi disegel pada Kamis, 6 Maret 2025.

Keputusan ini diambil oleh pemerintah sebagai respons atas dugaan pelanggaran alih fungsi lahan yang berpotensi merusak lingkungan.

Baca Juga: Paus Fransiskus Mengangkat Pater Bernardus Bofitwos Baru OSA, sebagai Uskup Timika, Begini Profil-nya

Penyegelan dilakukan atas kesepakatan Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa langkah ini diambil setelah banyaknya aduan masyarakat terkait dampak lingkungan dari pembangunan EAL.

"Kami menerima banyak laporan terkait dampak banjir yang luar biasa di sekitar kawasan ini. Penyegelan dilakukan untuk menegakkan aturan hukum yang berlaku," ujar Zulkifli dalam konferensi pers pasca-penyegelan.

Eiger Adventure Land, yang dikembangkan oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI), awalnya dirancang sebagai kawasan ekowisata berstandar internasional yang berfokus pada kelestarian alam.

Proyek ini mencakup 325,89 hektare lahan, termasuk 72,23 hektare HGU PTPN VIII dan 253,66 hektare di Zona Pemanfaatan Barubolang, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, melalui skema kerja sama.

Baca Juga: Paula Verhoeven Bagikan Momen Kebersamaan dengan Kedua Anaknya, dari Keceriaan hingga Kesedihan

Namun, pembangunan ini menuai kritik karena diduga menyebabkan banjir dan longsor di kawasan Puncak.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang hadir saat penyegelan, menyoroti dampak negatifnya.

“Ini pelanggaran besar. Lihat saja, longsor terjadi di mana-mana,” tegas Dedi pada 7 Maret 2025.

Baca Juga: Paula Verhoeven Curhat Pilu, Tak Bisa Bersama Anak-Anaknya, Bilang Begini, 'Allah Jaga Cinta Kalian untuk Mama'

Ia juga menekankan bahwa kelestarian lingkungan harus diutamakan dibandingkan dengan kepentingan bisnis.

"Tempat ini memang indah, tapi jika dampaknya merugikan masyarakat, itu tidak bisa dibiarkan," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Sensasi Kuliner Thailand di Tast of Thai

Senin, 7 Juli 2025 | 10:49 WIB