Kehidupan Sosial Budaya
Penduduk Karimunjawa yang berjumlah sekitar 9.514 jiwa (data tahun 2017) mayoritas terdiri dari suku Jawa, Bugis, dan Madura.
Setiap suku memiliki keahlian khas; suku Jawa lebih banyak bekerja sebagai petani dan pedagang, sementara suku Bugis dan Madura terkenal sebagai pelaut dan nelayan andal.
Sarana pendidikan di Karimunjawa mencakup jenjang SD hingga SMU, dengan sejumlah SD di berbagai desa, satu SMP, serta SMK Negeri yang memiliki jurusan Budidaya Rumput Laut dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.
Baca Juga: Negara-Negara Teluk Bersiap Terapkan Satu Visa Layaknya Schengen di Eropa
Transportasi ke Karimunjawa
1. Transportasi Laut: Dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, terdapat kapal cepat Kartini I yang berangkat setiap Sabtu dan kembali Minggu siang. Dari Jepara, terdapat kapal ekonomi KMP Muria yang beroperasi setiap dua hari.
2. Transportasi Udara: Wisatawan dapat terbang dari Bandara Ahmad Yani di Semarang menuju Bandara Dewa Daru di Pulau Kemujan dengan pesawat sewa.
Tempat Wisata Populer di Karimunjawa
1. Kolam Hiu di Pulau Menjangan Besar
2. Pantai Ujung Gelam
3. Bukit Love di Desa Karimunjawa
4. Pantai Nirwana
5. Tracking Hutan Mangrove di Pulau Kemujan
Kuliner dan Oleh-oleh Khas Karimunjawa
Karimunjawa memiliki kuliner khas seperti Pindang Serani, Lontong Krubyuk, dan Tongseng Cumi.
Beragam jajanan tradisional seperti Klepon Alang-Alang dan Jenang Krimun juga menjadi favorit wisatawan.
Sedangkan julukan Kepulauan Karimunjawa antara lain:
1. Pulau Liburan: Dengan alam yang eksotis, Karimunjawa dianggap sebagai tempat liburan ideal untuk melepaskan penat.
2. The Paradise of Java: Keasrian alam dan keramahan penduduk menjadikan Karimunjawa sebagai surga di Pulau Jawa.
3. Caribbean van Java: Kepulauan ini sering dibandingkan dengan Karibia karena keindahan pantai dan terumbu karangnya.
Dengan kekayaan alam, budaya, dan potensi wisata yang besar, Kepulauan Karimunjawa merupakan destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pencinta wisata bahari.