PONTIANAKGLOBE -- Usaha kuliner, minuman dan makanan siap saji di Kota Pontianak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi ibukota Kalimantan Barat tersebut hingga Rp75 miliar dari total PAD Rp537,7 miliar.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan PAD dari sektor restoran dan sejenisnya karena ada faktor pandemi. Ketika pandemi Covid-19 dicabut, menurutnya, berdampak terhadap PAD Kota Pontianak.
"Warga berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat makan dan minum seperti restoran, kafe atau warung kopi. Orang datang untuk membeli makan atau minuman. Kota Pontianak banyak usaha kuliner, ini bisa dimanfaatkan untuk peningkatan pemasukan daerah," kata Edi dari siaran pers Pemkot Pontianak dikutip Pontianak Globe, Kamis (2 Februari 2023).
Dia menyebutkan ada peningkatan realisasi pajak restoran dari tahun ke tahun sejak 2018 yaitu sebanyak Rp68 miliar, bertambah pada 2019 sebesar Rp72,9 miliar.
Sempat turun pada 2020 karena Kota Pontianak terdampak Covid-19 dengan hanya mendapatkan penerimaan sebanyak Rp46 miliar, sedikit meningkat sebanyak Rp50 miliar pada 2021 dan tertinggi sebanyak Rp75 miliar pada 2022.
Salah satu kuliner di Kota Pontianak yang memiliki daya tarik adalah warung kopi Asiang Pontianak. Warkop Asiang Pontianak ini selain menyajikan menu khas kopi susu, kopi hitam juga terdapat menu roti dan pisang goreng selai serikaya. Warga Kota Pontianak senang menikmati warkop ini, bahkan wisatawan domestik wajib mengunjungi warkop Asiang Pontianak tersebut.
Artikel Terkait
UMK Naik Rp2,75 Juta, Walkot Pontianak Edi Rusdi Kamtono Percepat Izin Usaha Mikro. Peluang Nih, Buat UMKM
Wako Pontianak Edi Rusdi Kamtono Komitmen Wujudkan Pontianak Ramah Disabilitas