PONTIANAKGLOBE -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan 683 situs pemerintahan dan lembaga pendidikan disusupi konten spekulasi dan sudah meminta kepada pengelolanya untuk mengaktifkan nama domain-domain tersebut.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pihaknya sudah minta kepada pengelolaan domain yang tersusupi konten spekulasi untuk dinonaktifkan.
"Penanganan konten internet negatif domain .go.id dan ac.id berdasarkan crawling untuk menonaktifkan sementara nama domain," kata Semuel dikutip Pontianak Globe, Selasa, 14 Februari 2023.
Bahkan Kominfo menjalin kerjasama dengan Badan Siber Sandi Negara (BSSN) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) untuk penanganan situs spekulasi tersebut.
Dia menjelaskan ada sebanyak 461 situs domain .go.id dan 222 situs domain ac.id.
Jumlah itu ditemukan sejak 1 Januari 2022 hingga 13 Februari 2023.
Temuan lain, pihaknya bahkan sudah memantau sejak April 2022 dan terbanyak pada Januari 2023 yakni sebanyak 268 situs pemerintahan dan 152 situs lembaga pendidikan yang situsnya judi.
Kominfo menjelaskan situs pemerintah domain go.id berisi konten spekulasi karena minim keamanan siber juga banyak domain tidak aktif digunakan oleh pemerintah.
"Maka, Kominfo minta pengelola domain .go.id melakukan migrasi situs web ke Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) supaya dapat diakses melalui pdn.layanan.go.id," kata Semuel.