PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Apple akhirnya menemukan mitra strategis untuk menghadirkan Apple Intelligence di China.
Layanan berbasis AI ini diharapkan menjadi senjata baru iPhone dalam menghadapi persaingan ketat dengan Huawei dan brand lokal lainnya.
Baca Juga: Terungkap! Ini Merek HP Terlaris Sepanjang Masa, iPhone dan Samsung Bukan No 1
Menurut laporan terbaru Bloomberg, Apple akan bekerja sama dengan Alibaba dan Baidu untuk mengoperasikan fitur Apple Intelligence di China.
Chairman Alibaba, Joe Tsai, sebelumnya telah mengonfirmasi kolaborasi ini, sementara perjanjian dengan Baidu baru saja terungkap.
Kerjasama dengan Alibaba berfokus pada pengembangan sistem on-device AI, yang bertugas menganalisis serta menyesuaikan model AI Apple untuk iOS dan macOS sesuai regulasi China.
Sumber Bloomberg menyebut bahwa pemerintah China dapat meminta perubahan model AI melalui Alibaba jika diperlukan.
Selain itu, perangkat Apple akan otomatis menonaktifkan Apple Intelligence jika mendeteksi model AI yang usang hingga pembaruan terbaru diunduh—semua berlangsung di latar belakang tanpa diketahui pengguna.
Baca Juga: Apple Rilis Apple Invites, Begini Cara Menggunakannya di iPhone
Sementara itu, Baidu akan menyediakan teknologi untuk fitur Visual Intelligence, yang saat ini mengandalkan Google dan OpenAI. Model AI Baidu juga kemungkinan akan terintegrasi dengan Siri, menggantikan ChatGPT di China.
Apple Intelligence Hadir di China Mulai Mei 2025
Beberapa permintaan kompleks dari Apple Intelligence akan diproses secara online menggunakan Private Cloud Compute.
Di China, sistem ini kemungkinan besar akan dijalankan melalui GCBD, perusahaan afiliasi pemerintah, demi memastikan kepatuhan terhadap regulasi setempat.
Apple Intelligence akan mulai mendukung lebih banyak bahasa, termasuk Mandarin, dalam update iOS 18.4.
Namun, menurut laporan Bloomberg, fitur ini baru akan diaktifkan bagi pengguna iPhone di China pada Mei 2025.