PONTIANAKGLOBE -- Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menghindar dari pertanyaan jurnalis yang bertanya tentang kelanjutan tragedi kerusuhan di dalam Stadion Kanjuruhan Malang.
Saat itu, Presiden RI Jokowi didampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kejaksaan Agung Burhanuddin, dan Menkopolhukam Mahfud MD dan Ketua KPK Firli Bahuri di Istana Negara.
Ada jurnalis bertanya, tentang belum ada tersangka baru dari targedi Kanjuruhan padahal Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) sudah menyerahkan laporan kepada Presiden RI Jokowi.
"TGIPF sudah memberikan laporan ke bapak, belum ada pernyataan lagi dari bapak soal perkembangan kasusnya belum ada tersangka baru. Bagaimana tanggapan bapak?" kata wartawan dikutip Pontianak Globe, Jumat (10 Februari 2023).
"Saya jawab di lain waktu, terimakasih. Hehehe," kata Presiden Jokowi sembari meninggalkan ruangan mengakhiri konferensi pers bersama jurnalis.
Sejak tayangan video tersebut muncul komentar dari para netizen di twitter. Mereka menyatakan ketidaksenangan dengan jawaban Presiden RI Jokowi tersebut.
Begini komentar para netizen, @Tanjidin: Pria yang duduk di dekat presiden merupakan orang-orang paham hukum. Ketika ditanya Kanjuruhan mereha hanya tertawa.
@Toviq: Nasib #kanjuruhan hanya jadi bahan tertawa sinis pejabat hukum kita.
Walau ada yang kesal, netizen lain mengatakan persoalan hukum tragedi Kanjuruhan merupakan bagian wilayah yudikatif.
@Dwi1975: Bukankah kasus ini sedang dalam persidangan. Ada di wilayahnya yudikatif. Wajar Presiden sebagai eksekutif untuk tidak komentar dulu. Nanti kalau vonis di pengadilan tingkat pertama kurang penuhi rasa keadilan, Presiden bisa intervensi melalui Kejagung untuk lakukan banding.