PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- FIFA dilaporkan akan melarang PSSI menaturalisasi Jairo Riedewald untuk membela Timnas Indonesia karena gelandang Royal Antwerp itu pernah membela Timnas Belanda senior sebanyak tiga kali.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Jairo masuk dalam daftar pemain yang sedang dalam proses naturalisasi.
Baca Juga: Profil Nikki Glaser, Komedian yang Menghebohkan Golden Globes 2025 karena Kontroversi tentang Tuhan
Erick juga menyebut bahwa pemain lain, Ole Romeny, hampir selesai menjalani seluruh proses dan tinggal mengambil sumpah Warga Negara Indonesia (WNI).
"Kalau Ole Romeny sudah cek kesehatan dan ke kedutaan, tinggal sumpah. Jairo masih dalam proses," ujar Erick di Jakarta.
Kedua pemain ini disiapkan untuk memperkuat Timnas Indonesia pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Baca Juga: Kabar Gembira, Biaya Haji 2025 Berkurang, Dukungan Saudi akan Semakin Diskon Biaya Naik Haji
Indonesia dijadwalkan melawan Australia di Sydney Football Stadium pada 25 Maret 2025, dan menghadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) lima hari kemudian.
Regulasi FIFA Tentang Naturalisasi
Sebelumnya, kelayakan Jairo untuk dinaturalisasi sempat dipertanyakan, mengingat ia pernah tampil dalam tiga laga Kualifikasi Piala Eropa 2016 bersama Timnas Belanda, melawan Turki, Kazakstan, dan Republik Ceko.
Baca Juga: Pep Guardiola Dihantam Badai Cedera dan Perceraian, Bagaimana Nasib Man City?
Namun, menurut Pasal 9 Poin C regulasi FIFA yang diperbarui pada 2021, pemain yang telah bermain maksimal tiga laga tipe A di level senior tetap dapat berpindah asosiasi, dengan syarat pemain tersebut belum genap berusia 21 tahun saat laga berlangsung.
Dalam kasus Jairo, ketiga laga tersebut dilakoninya pada usia 18 tahun, sehingga ia memenuhi kriteria FIFA untuk berpindah asosiasi dan bermain bagi Timnas Indonesia.
Dengan kepastian regulasi ini, peluang Jairo membela skuad Garuda semakin terbuka lebar. ***