Ia menceritakan pengalaman ini kepada gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye.
Baca Juga: Update Kecelakaan Jeju Air di Korea Selatan, 85 Orang Tewas, Penyebab Masih Diselidiki
Jay mulai bermain futsal secara intens saat bergabung dengan akademi FC Eindhoven pada 2016.
“Ketika saya pindah ke FC Eindhoven pada 2016, saya bermain futsal setiap pekan. Kami berlatih dan bermain dalam pertandingan profesional,” kata Jay Idzes.
Bahkan, ia sempat dipanggil untuk memperkuat Timnas Futsal Belanda U-17 yang sedang membentuk tim untuk kejuaraan kelompok umur.
“Saya mendapatkan panggilan dari Timnas Futsal Belanda U-17. Mereka membentuk tim baru untuk kualifikasi kejuaraan,” ungkap Jay.
Selama bergabung, ia dilatih di Pusat Olahraga Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) di Zeist, Utrecht.
“Selama enam bulan pertama, saya bermain di FC Eindhoven dan enam bulan berikutnya saya juga bermain futsal,” tambahnya.
Baca Juga: Rumah BUMN BRI Pekalongan, Sukses Bantu 1.000 UMKM Naik Kelas
Lebih Memilih Sepak Bola
Meski sempat merasakan atmosfer kompetisi futsal, Jay Idzes memutuskan fokus pada sepak bola pada 2018.
“Saya bermain untuk Timnas Futsal Belanda U-17 melawan Spanyol, Portugal, Italia, hingga Rusia. Namun, alasan utama saya beralih ke sepak bola terjadi sekitar 2018. Saat itu, saya harus memilih antara sepak bola atau futsal,” jelasnya.
Baginya, keputusan tersebut cukup mudah karena impian terbesarnya adalah bermain di lapangan hijau sebagai pemain sepak bola profesional.
“Jadi itu keputusan yang mudah. Saya selalu ingin bermain di lapangan hijau seperti pemain sepak bola lainnya,” pungkas Jay Idzes. ***
Artikel Terkait
Tersingkir dari Piala AFF 2024, Coach Justin: STY Gagal Bentuk Sistem Permainan dengan Pemain Muda
Gagal di Piala AFF, Prestasi Shin Tae-yong di 2024 Tetap Mengagumkan
Liga 1 Indonesia, Insiden 12 Pemain PSM Makassar Berujung Ancaman Pengurangan Poin
Real Madrid Menang 4-2 atas Sevilla, Jesus Navas Terharu
Ruben Amorim Terpuruk, MU Kian Dekat dengan Zona Degradasi Liga Inggris
Francois Letexier, Wasit Kontroversial yang Gagalkan Mimpi Garuda U-23 ke Olimpiade, Kini Dinobatkan Pengadil Terbaik 2024