Insiden dimulai pada menit ke-18, ketika striker Guinea U-23, Algassime Bah, jatuh di kotak penalti Indonesia.
Baca Juga: Ruben Amorim Terpuruk, MU Kian Dekat dengan Zona Degradasi Liga Inggris
Letexier memberikan penalti dengan alasan Witan Sulaeman melanggar Bah.
Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa kontak antara Witan dan Bah sangat minim.
Penalti yang diberikan pun dimanfaatkan dengan baik oleh Guinea, dan mereka memenangkan pertandingan 0-1.
Baca Juga: Netizen Kritik Tajam Mr Bert Setelah Klaim Palsu soal Ransomware BRI Terbongkar
Mengusir Shin Tae-yong dengan Kartu Merah
Keputusan kontroversial Letexier memicu protes keras dari pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong (STY).
Pelatih asal Korea Selatan itu marah besar dan mengarahkan kemarahannya kepada wasit.
Letexier, yang tidak terima dengan perilaku STY, merespons dengan mengeluarkan kartu kuning kedua, yang berujung pada kartu merah untuk STY karena dianggap tidak bisa mengendalikan emosinya selama pertandingan.
Kontroversi ini menambah sorotan negatif terhadap Letexier meskipun ia baru saja menerima penghargaan sebagai wasit terbaik dunia. ***
Artikel Terkait
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Dinilai Cacat Etika. Begini Menurut Pendiri Football Institute Budi Setiawan
Erick Thohir Persilahkan Shin Tae-yong Mundur, Tapi dengan Syarat
Imbang Lawan Arab Saudi, Shin Tae-yong Yakin Skuad Garuda Bisa Bikin Kejutan
Dua Laga Krusial bagi Timnas Garuda, Shin Tae-yong Targetkan Poin dari Bahrain dan Tiongkok
Ada Kevin Diks? Menanti Kejutan Shin Tae-yong Usai Beri Sinyal Tambah Satu Pemain di Skuad Indonesia Jelang Laga Kontra Jepang
Gagal di Piala AFF, Prestasi Shin Tae-yong di 2024 Tetap Mengagumkan