"Pertandingan ini tidak bisa dilanjutkan. Ini mengerikan. Bayangkan, orang-orang tewas hanya karena mereka mengenakan jersey Swedia," ungkapnya, seperti yang dilansir dari Record.
Pelatih Swedia, Janne Anderson, juga terpukul oleh peristiwa tragis ini.
Dia tanpa ragu menyetujui penundaan pertandingan segera setelah menerima berita tentang penembakan.
Anderson bahkan menyatakan bahwa apakah pertandingan dilanjutkan atau tidak bukanlah hal yang utama saat ini, karena Swedia sedang berduka atas peristiwa yang menyedihkan tersebut.
"Saat jeda babak, saya menerima berita yang sangat mengganggu. Kami memutuskan untuk menghentikan pertandingan. Apakah pertandingan akan dilanjutkan atau tidak, bukan prioritas saat ini. Kami sangat sedih," ungkapnya. ***
Artikel Terkait
Lika-liku Kasus Penembakan Brigadir J: Pengakuan Sambo Soal Sindikat Narkoba dan Putri Soal Anak yang Diadopsi
Awal Tahun 2023, Penembakan Massal Terjadi Lagi di Monterey Park, Amerika Serikat.
Penembakan Florida Sebabkan 9 Orang Termasuk Anak di Bawah Umur Dirawat ke Rumah Sakit, Penembak Masih Bebas
Dua Tewas dan 28 Luka-luka dalam Penembakan Massal di Baltimore Amerika Serikat
Teror Penembakan Terjadi di Laga Belgia vs Swedia 2 Orang Tewas, Pelaku Mengaku Anggota ISIS