soccer

Kerusuhan di Kanjuruhan Terparah Dalam Jumlah Korban Jiwa. Bahkan Dibandingkan Tragedi Heysel dan Hillsborough

Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:13 WIB
Situasi rusuh di stadion Kanjuruhan, Malang. Dilaporkan sebanyak 153 orang meninggal dunia. (Jpnn)

Lalu tiba-tiba sekitar satu jam sebelum kick off kelompok hooligan Liverpool menerobos pembatas masuk ke wilayah tifosi Juventus.

Tidak terjadi perlawanan karena yang berada di bagian tersebut bukanlah kelompok Ultras. Pendukung Juventus pun berusaha menjauh namun kemudian sebuah tragedi terjadi.

Dinding pembatas di sektor tersebut roboh karena tidak kuasa menahan beban dari orang-orang yang terus beruhasa merangsek dan melompati pagar.

Ratusan orang tertimpa dinding yang berjatuhan sehingga 39 orang meninggal dunia dan 600 lebih lainnya luka-luka. Karena peristiwa ini pula tim-tim dari Inggris dilarang bermain di tingkat internasional selama 5 tahun lamanya.

BACA JUGA: Heboh…Denise Chariesta Selingkuhan Suami Seorang Artis. Gue Orang Ketiga, Bukan Pelakor

BACA JUGA: Desy Ratnasari: Pria Dekat Saya Harus Soleh, Sholat Benar, Tak Minum Alkohol. Ternyata Bukan David Chalik!

Sementara Tragedi Hillsborough adalah tragedi yang mengakibatkan kematian para penonton sepak bola karena saling berjejalan pada tanggal 15 April 1989.

Kejadian terjadi di Hillsborough, yang menjadi kandang dari Sheffield Wednesday di kota Sheffield, Inggris.

Pada saat itu adalah pertandingan semifinal Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 96 orang meninggal dunia yang semuanya adalah pendukung Liverpool.

Jumlah korban meninggal tersebut tercatat sebagai jumlah tertinggi dalam kecelakaan di stadium dalam sejarah Britania Raya dan tetap menjadi rekor tragedi terbesar yang berhubungan dengan stadion sepak bola di Britania Raya.

Tragedi Hillsborough adalah peristiwa kerusuhan fans di stadion kedua yang melibatkan Liverpool setelah Tragedi Heysel pada 1985.

Trekait tragedi di Stadion Kanjuruhan, PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang, untuk menyelidiki kerusuhan laga Arema FC Vs Persebaya.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan juga menyesalkan tindakan suporter Arema, yang berakhir dengan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

"PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang," kata Iriawan. (Andika Primasiwi/Suara Merdeka)

Halaman:

Tags

Terkini