seleb

Kapolri Ajak Band Sukatani Jadi Duta Polri, Begini Kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Jumat, 28 Februari 2025 | 08:18 WIB
Grup Band Sukatani Diajak Jadi Duta Polri. (instagram @sukatani_band)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak band punk rock asal Purbalingga, Jawa Tengah, Sukatani, untuk menjadi duta Polri dalam rangka meningkatkan transparansi serta mencegah perilaku menyimpang di tubuh kepolisian.

Menurut Sigit, jika Sukatani bersedia, band ini juga bisa menjadi juri dalam proses evaluasi terhadap institusi Polri.

Baca Juga: Perbedaan Sertifikat Retret Kepala Daerah yang Hadir Sejak Awal dan yang Terlambat, Begini Alasannya Menurut Mendagri Tito Karnavian

"Jika Band Sukatani berkenan, kami akan menjadikan mereka juri atau duta Polri. Mereka bisa membantu membangun kritik demi koreksi dan perbaikan terhadap institusi ini, sekaligus mengevaluasi perilaku oknum yang masih menyimpang," kata Sigit dalam keterangannya, Minggu (23/2/2025).

Sigit menegaskan bahwa Polri tidak alergi terhadap kritik dan terbuka terhadap masukan dari masyarakat.

"Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah menjadi organisasi yang lebih adaptif terhadap kritik. Kami ingin membangun Polri yang modern, terus melakukan perubahan, dan menjadi lebih baik," ujar Sigit.

Ia juga memastikan bahwa Polri tidak pernah melarang atau membungkam kebebasan berekspresi, melainkan menjadikannya sebagai refleksi untuk perbaikan.

"Kritik terhadap Polri justru menunjukkan bahwa masyarakat peduli terhadap institusi ini," tambahnya.

Baca Juga: FSPI Desak KPK Usut Dugaan Suap Ketua DPD Terpilih dan 95 Anggota

Kontroversi Sukatani dan Lagu 'Bayar Bayar Bayar'

Sebelumnya, band Sukatani menjadi sorotan setelah merilis lagu berjudul "Bayar Bayar Bayar", yang berisi kritik terhadap institusi kepolisian.

Namun, setelah lagu tersebut viral, dua personel band ini mengunggah video permintaan maaf di akun media sosial mereka pada Kamis (20/2/2025).

Dalam video tersebut, mereka menampilkan identitas asli mereka yang selama ini dirahasiakan, serta mengumumkan penarikan lagu "Bayar Bayar Bayar" dari peredaran.

Keputusan ini memicu spekulasi publik bahwa band Sukatani mengalami intimidasi hingga akhirnya meminta maaf dan menarik lagu mereka.

Tak lama setelah video permintaan maaf tersebut beredar, empat anggota Direktorat Reserse Siber (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah diperiksa oleh Biro Paminal Divisi Propam Polri.

Halaman:

Tags

Terkini