PONTIANAKGLOBE, DENPASAR – Sejumlah masyarakat sipil di Bali menggelar Pesta UMKM bertajuk “Apa Kabar Kita” sebagai ajang berkumpul di Bali berbagi cerita tentang alam Bali, pola bertahan selama pandemi dan menghadapi tantangan global sampai warga membangun solidaritas.
Adapun kelompok masyarakat sipil yang menggagas event tersebut seperti Walhi Bali, Kekal Bali, Yayasan IDEP, Frontier Bali, Yayasan Temanmu, Yayasan Madani Berkelanjutan, Yayasan Pikul, debtWATCH Indonesia serta Perkumpulan HuMa.
Direktur Yayasan Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad mengatakan Pesta UMKM “Apa Kabar Kita” terbuka untuk umum berlangsung selama dua hari pada Sabtu sampai Minggu, (19 – 20 November 2022) dimulai pukul 15.00 – 22.00 Wita di Istana Taman Jepun, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Bali.
“Acara ini dibuat sebagai ruang saling berkabar dan melihat posisi masyarakat usai digempur berbagai tantangan, baik itu pandemi maupun persaingan global,” kata Nadia kepada Pontianakglobe, Sabtu (19 November).
Selama berlangsungnya acara akan diisi dengan sejumlah acara seperti coffetalk, pasar murah, booth UMKM, pameran seni, konser musik serta workshop.
Banyak artis yang tampil seperti Tony Q Rastafara, Joni Agung and Double T (JATT), Scared of Bums, Devil Dice, Sanggar Sekar Dewata serta sejumlah seniman dan musisi lainnya.
Nadia menyampaikan warga yang ingin hadir dalam diskusi dan menyaksikan performa dari sejumlah artis, cukup dengan membawa bibit tanaman sebagai tiket masuk. Seetelah acara, penyelenggara berencana akan menanam bibit tanaman tersebut di sejumlah titik di Bali.
“Kalau mau nonton tinggal bawa bibit tanaman hidup. Kenapa pakai bibit tanaman karena kami ingin warga yang datang ke acara ini sadar kalau mereka telah ikut serta menjaga bumi,” kata Nadia.
Sementara itu, Direktur Walhi Bali Made “Bokis” Krisna Dinata mengatakan pada pesta UMKM ini juga akan menyajikan acara coffeetalk yaitu obrolan antar warga yang dikemas dalam enam sesi selama dua hari.
Topik-topik yang akan diperbincangkan seperti pola bertahan komunitas, isu lingkungan, persoalan desa, UMKM hingga topik tentang hutan dan pesisir.
"Pesta UMKM juga mengambil momentum yang beririsan setelah perhelatan global G20 di Bali. Ini adalah saat-saat dimana rakyat diuji kepemimpinannya, rakyat diuji ketangguhannya. Melalui coffeetalk kami tunjukan bahwa warga juga punya hak yang setara untuk saling berkabar dan membicarakan nasibnya sendiri,” kata Bokis.