PONTIANAKGLOBE -- Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang menjadi saksi kelahiran satu individu bayi orangutan di wilayah konservasi Kalimantan Barat.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat RM. Wiwied Widodo mengatakan diketahui anak orangutan tersebut muncul dan terpantau langsung oleh Kepala Camp Monitoring Orangutan Teluk Ribas, Gregorius berserta timnya.
"Beberapa bulan, perut Laksmi [induk orangutan] membesar dan diduga hamil. Belum sempat diperiksa medis, dia pergi sempat hilang dari pantauan. Laksmi muncul bawa anaknya terpantau tim pada 25 Januari 2023," kata Wiwid dari siaran pers KLHK dikutip Pontianak Globe, Rabu (1 Februari 2023).
Dia menjelaskan kabar gembira tersebut menunjukan bahwa kelahiran satu individy orangutan itu menambah daftar panjang kelahiran orangutan secara alami. Selain itu, menunjukan habitat orangutan di kawasan taman nasional tersebut lestari dan terjaga.
Sebagai informasi, anak Laksmi tersebut merupakan anak kedua. Sebelumnya, Laksmi melahirkan seekor individu orangutan pada awal Oktober 2021.
Data terakhir dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan ada 57.350 individu Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) per 2018.
Mereka hidup di habitat seluas 181.692 km2 yang mencakup wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan termasuk Sarawak – Malaysia. Khusus di Kalbar terdapat lebih kurang 20.330 ekor invividu orangutan tersebar di dalam dan luar kawasan konservasi.