PONTIANAKGLOBE -- Saat Tahun Baru Imlek, salah satu panganan wajib yang disajikan oleh pemilik rumah adalah kue keranjang. Cemilan berbentuk bulat dengan ukuran biasanya, satu hingga dua kali selebar telapak tangan orang dewasa itu disebut Nian Gao.
Kue bertekstur kenyal dengan rasa manis yang mirip dodol ini menjadi ramai hadir saat jelang Tahun Baru Imlek. Penjual memajang kue itu di toko-toko, dan pasar tradisional.
Menariknya saat kue keranjang tersebut dijajakan, penjual menata hingga menjulang seperti piramid. Bukan asal menata saja, tetapi pola seperti itu punya makna yang dalam bagi masyarakat Tionghoa karena supaya kehidupan seseorang semakin lebih baik, rezeki bertambah dan hidup panjang umur.
Kue keranjang juga perlambang peningkatan kehidupan seseorang semakin tinggi, seperti karir pekerjaan, usaha bisnis dan lainnya.
Dengan model kue melingkar maka kue itu punya simbol kerekatan kerabat dan keluarga juga karena teksturnya yang erat. Sehingga kehidupan bersama keluarga senantiasa rukun dan bersatu selamanya.
Kue keranjang selalu dinantikan bagi warga yang merayakan Tahun Baru Imlek. Namun, sobat Globe tahu tentang peringatan terpenting bagi masyarakat China tersebut.
Tahun Baru Imlek adalah wujud syukur kepada dewa atau leluhur dalam kalender China. Masyarakat memanfaatkan peringatan hari tersebut mengunjungi keluarga inti dan kerabat terdekat setelah berpisah jarak, kesibukan kerja dan lain sebagainya.
Pada tahun ini, Tahun Baru Imlek 2023 jatuh pada 22 Januari 2023 dengan shio lambang peringatan 2023 adalah Kelinci. Hewan itu bermakna kedamaian dan kemakmuran. Harapannya, ekonomi Indonesia semakin makmur, masyarakatnya memiliki pendapatan lebih baik dan kehidupan lebih baik.