PONTIANAKGLOBE -- Walau mengalami secara langsung dampak gempa bumi, umat Katolik Gereja Santo Petrus, Cianjur (Jawa Barat) tetap dapat misa malam Natal pada 24 Desember 2022 dan Natal 25 Desember 2022.
Dikutip dari laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) raut wajah kesedihan tidak tampak lagi dari para umat. Mereka datang menyambut suka cita perayaan Natal di Gereja Santo Petrus, Kota Cianjur.
Tampak misa dengan menggunakan tenda di depan gerja bernuansa biru dan putih berdiri kokoh di halaman depan pintu masuk gereja.
Petugas keamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri terlihat berjaga di pintu masuk. Setelah pintu masuk, panitia melakukan screening awal berupa pengecekan suhu tubuh, pemberian handsanitizer dan pembagian masker bagi jemaat yang tidak membawa.
Penggunaan tenda karena kondisi Gereja Santo Petrus mengalami rusak berat pasca gempa. Memang setelah gempa terjadi, tidak ada kegiatan ibadah dan misa di dalam gereja.
Pengurus gereja melakukan itu untuk menghindari rasa trauma sewaktu-waktu berlangsung gempa susulan yang mengganggu jalannya misa.
Ketua Panitia Natal di Gereja Santo Petrus Intan Simarmata mengatakan warga antusias pada perayaan malam dan Natal hingga hadir 700 warga.
"Malam (24 Desember 2022) dan pagi ini (25 Desember 2022), warga cukup antusias sekali walaupun situasi seperti ini, warga tetap suka cita untuk bergabung merayakan natal bersama," kata Intan Simamarta dikutip Pontianak Globe.