ragam

Asal usul Lagu Silent Night yang Sederhana. Selalu Dinyanyikan saat Masa Natal. Bahkan Perang pun Berhenti

Jumat, 16 Desember 2022 | 17:05 WIB
Pemandangan kota Salzburg dan sungai Salzach. (Uwe Schwarzbach/flickr, CC BY-NC-SA)

 

Pada saat yang sama, misionaris berbahasa Jerman menyebarkan lagu tersebut dari Tibet ke Alaska dan menerjemahkannya ke dalam bahasa setempat.

Pada pertengahan abad ke-19, Silent Night bahkan telah sampai ke komunitas Inuit subarctic di sepanjang pantai Labrador, di mana ia diterjemahkan ke dalam bahasa Inuktitut sebagai Unuak Opinak.

Lirik Silent Night selalu membawa pesan penting untuk perayaan malam Natal di gereja-gereja di seluruh dunia.

Namun melodi lagu yang mendayu-dayu dan lirik yang damai juga mengingatkan kita akan rasa kasih karunia universal yang melampaui kekristenan dan menyatukan orang-orang lintas budaya dan keyakinan.

Mungkin tidak pernah dalam sejarah lagu itu pesan ini lebih penting daripada selama Gencatan Senjata Natal tahun 1914, ketika, pada puncak Perang Dunia I, tentara Jerman dan Inggris di garis depan di Flanders meletakkan senjata mereka pada Malam Natal dan bersama-sama menyanyikan Silent Night.

Pesan fundamental lagu perdamaian, bahkan di tengah penderitaan, telah menjembatani budaya dan generasi.

Lagu-lagu bagus melakukan ini.

Mereka berbicara tentang harapan di masa-masa sulit dan keindahan yang muncul dari rasa sakit; mereka menawarkan kenyamanan dan penghiburan; dan mereka pada dasarnya adalah manusia dan dapat beradaptasi tanpa batas. ***

 

Catatan

Naskah aslinya artikel ini ditulis: Sarah Eyerly, seorang Assistant Professor of Musicology and Director of the Early Music Program, Florida State University. Naskah dipublish di website www.theconversation.com dengan judul The humble origins of ‘Silent Night’

Halaman:

Tags

Terkini