ragam

Asal usul Lagu Silent Night yang Sederhana. Selalu Dinyanyikan saat Masa Natal. Bahkan Perang pun Berhenti

Jumat, 16 Desember 2022 | 17:05 WIB
Pemandangan kota Salzburg dan sungai Salzach. (Uwe Schwarzbach/flickr, CC BY-NC-SA)

Kolaborasi yang Bermanfaat

Mohr, seorang pemain biola dan gitaris berbakat, mungkin bisa menggubah musik untuk puisinya.

Tapi sebaliknya, dia mencari bantuan dari seorang teman.

Pada tahun 1817, Mohr dipindahkan ke paroki St Nicholas di kota Oberndorf, tepat di sebelah selatan Salzburg.

Di sana, dia meminta temannya Franz Xaver Gruber, seorang guru sekolah dan organis setempat, untuk menulis musik untuk enam bait.

Pada Malam Natal 1818, kedua sahabat itu menyanyikan Silent Night bersama untuk pertama kalinya di depan jemaat Mohr, dengan Mohr memainkan gitarnya.

Lagu itu tampaknya diterima dengan baik oleh umat paroki Mohr, yang sebagian besar bekerja sebagai pembuat kapal dan pengirim dalam perdagangan garam yang menjadi pusat perekonomian wilayah tersebut.

Melodi dan harmonisasi Silent Night sebenarnya didasarkan pada gaya musik Italia yang disebut siciliana yang meniru suara air dan ombak yang bergulung: dua ketukan berirama besar, masing-masing dibagi menjadi tiga bagian.

Dengan cara ini, musik Gruber mencerminkan soundscape harian jemaat Mohr, yang tinggal dan bekerja di sepanjang Sungai Salzach.

 

Silent Night Mengglobal

Namun untuk menjadi fenomena dunia, Silent Night perlu beresonansi jauh melampaui Oberndorf.

Menurut sebuah dokumen yang ditulis oleh Gruber pada tahun 1854, lagu tersebut pertama kali menjadi populer di dekat lembah Zillertal.

Dari sana, dua keluarga penyanyi folk keliling, Strassers dan Rainers, memasukkan lagu tersebut ke dalam pertunjukan mereka.

Lagu tersebut kemudian menjadi populer di seluruh Eropa, dan akhirnya di Amerika, di mana Rainers menyanyikannya di Wall Street pada tahun 1839.

Halaman:

Tags

Terkini