PONTIANAKGLOBE -- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak minta kepada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mendaftarkan Kekayaan Intelektual (KI) indikator geografis Tenun Ikat Banjar Kidul Kediri untuk penguatan Comunal Branding tenun tersebut semakin kuat.
Emil Dardak mengatakan Communal Branding merupakan kegiatan peningkatan kualitas produk, kapasitas kelembagaan, dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia.
Selain itu, untuk pengembangan promosi dan pemasaran di bawah satu merek yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara bersama-sama.
"Dengan sejarah panjang tenun ikat bandar kidul, kesenian wastra ini sudah layak untuk dapat legalitas KI. Sehingga hanya tenun yang dibuat oleh orang di Bandar Kidul, dan yang boleh punya branding itu orang Bandar Kidul. Dampaknya akan meningkatkan betul minat masyarakat dan nilai jual dan tenun ikat Bandar Kidul," kata Emil dari siaran pers Pemkot Surabaya dikutip Pontianak Globe, Minggu (11 Desember 2022).
BACA JUGA: Pakai Kaos Oblong, Tingkah Al Nahyan Cucu Presiden Jokowi Bikin Gemas
Menurutnya, tenin ikat dapat dikreasikan tidak hanya sebagai baju saja tetapi dekorasi. Apalagi dengan kehadiran bandara di Kediri bisa memaksimalkan potensi kain tenun untuk menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif.
BACA JUGA: Raul Rosas Pecahkan Rekor Petarung Termuda Menang UFC
Emil mengatakan Kediri sebagai episentrum wilayah selingkar wilis sisi timur mestinya mampu membuat festival-festival rutin digelar dengan melibatkan berbagai komunitas masyarakat mempromosikan tenun Ikat Banjar Kidul. ***