PONTIANAKGLOBE -- Hari buruh atau May Day setiap tahun jatuh pada 1 Mei diperingati sejumlah negara, termasuk Indonesia untuk menghormati perjuangan para buruh memperoleh hak-haknya.
Sobat Globe, peringatan hari buruh sedunia bermula dari kelompok soialisasi dan serikat buruh yang menetapkan 1 Mei sebagai hari kebesaran para pekerja, pada 1886.
Gejolak perlawanan buruh sering terjadi di Eropa dan Amerika sejak 19884. Mereka demonstrasi menuntut hak-haknya dan paling utama adalah bekerja selama 8 jam.
Seiring perjalanan waktu, demosntrasi kian besar puncaknya pada 1 Mei 1886. Ketika itu terjadi kerusuhan besar-besaran di Chicago, Amerika Serikat yang dikenal dengan kerusuhan Haymarket. Para buruh berdemo menuntut jam kerja hanya boleh 8 jam saja.
Tepat pada 1 Mei 19886, dari catatan History.com, ada sebanyak 30.000 pekerja dari 13.000 perusahaan seluruh dunia memperingati hari buruh pada 1 Mei 1886.
Para buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi intenasional menjadikan momentum kerusuhan di Chicago tersebut dengan hari Buruh.
Awal mulanya, sejumlah negara di Eropa seperti Uni Soviet dulu sebelum Rusia, Jerman dan lainnya menetapkan hari buruh bukan pada 1 Mei. Misalnya, di beberapa negara Eropa pada 1 Mei adalah hari panen pertanian bagi msayarakat desa.
Seiring perjalanan waktu, Uni Soviet runtuh, negara-negara penganut paham komunis rubuh maka hari May Day mulai seragam pada 1 Mei dan menjadi hari libur semua orang.
Hari buruh juga sebagai hari pesta bagi para pekerja di Eropa dan Amerika. Mereka tidak hanya menggelar acara musim panas juga demonstrasi hingga kini memperjuangkan hak-hak lebih baik.