PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harga sering ditulis dengan angka seperti Rp 20K atau Rp 250K, bukan Rp 20.000 atau Rp 250.000?
Simbol "K" digunakan untuk mewakili ribuan, tetapi dari mana asal-usulnya?
Arti dan Sejarah "K" sebagai Singkatan Ribuan
Menurut kamus Merriam-Webster, "K" adalah singkatan dari "kilo," yang merupakan satuan dalam Sistem Internasional (SI) atau Système international d'unités.
Misalnya, kilometer dan kilogram masing-masing mewakili 1.000 meter dan 1.000 gram. Kata "kilo" sendiri berasal dari bahasa Yunani, "chilioi," yang berarti banyak.
Baca Juga: Polri Gelar Operasi Zebra 2024 Mulai 14 Oktober, Kamu Harus Tahu Ini Target Razia Petugas
Sejak Kapan "K" Menjadi Singkatan Ribuan?
Penggunaan "K" untuk mewakili ribuan telah digunakan setidaknya sejak pertengahan 1940-an.
Catatan menunjukkan bahwa simbol ini pertama kali tercatat dalam buku teks Basic Electrical Engineering yang diterbitkan oleh McGraw-Hill pada tahun 1945.
Dua tahun kemudian, Radio Corporation of America (RCA) juga mulai menggunakan "K" dalam istilah teknis mereka.
Baca Juga: Pajak Kendaraan Telat? Begini Cara Daftar MyPertamina untuk BBM Subsidi Dijamin Anti Gagal
Manfaat Penggunaan "K"
Ada beberapa keuntungan dari penggunaan huruf "K" untuk ribuan.
Selain mempersingkat penulisan, ini juga menghemat ruang. Sebagai contoh:
- 1K = 1.000
- 10K = 10.000
- 100K = 100.000
- 1.000K = 1.000.000
Penulisan semacam ini juga memiliki efek psikologis, karena harga yang ditampilkan dengan "K" tampak lebih sederhana dan lebih terjangkau di mata konsumen.
Penulisan "K" dalam Teknologi
Selain untuk harga, "K" juga digunakan dalam dunia teknologi.