ragam

Hidup di Tengah Kicauan Burung: Perjalanan Seorang Dosen San Agustin di Pedalaman Landak

Kamis, 11 Juli 2024 | 14:28 WIB
kuliah di Aula gedung C untuk paralel 3 mengundang guest lecturer dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalbar daring dan luring. (2024) (Media Center San Agustin )

Dengan gaya bahasa yang menarik dan menyentuh, buku itu diharapkan dapat memotivasi para pembaca untuk terus bermimpi, berjuang, dan berkontribusi bagi dunia Pendidikan, khususnya di daerah pedalaman Indonesia.

Mengajar di Ujung Dunia (Media Center San Agustin)

Kisah Inspiratif dari Kalimantan

Berjalan dalam titian kecil, masuk melalui lorong yang tak disangka-sangka mengubah profesi menjadi perziarahan batin.

Hidup di tengah kicauan burung dengan rindang melenggang pohon-pohon membentuk sebuah karya yang penuh dengan inspirasi dan pelajaran hidup.

Mona meramu tulisan itu dengan bahasa yang pastinya menarik dan menyentuh, buku ini diharapkan dapat memotivasi para pembaca untuk terus bermimpi, berjuang, dan berkontribusi bagi dunia pendidikan.

Sinopsis buku itu menunjukkan dengan jelas bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk perubahan.

“Mari kita ambil bagian dalam perjalanan ini dan jadilah saksi dari kekuatan pendidikan dalam mengubah dunia,” tulis Mona dalam Sinopsis buku ke sebelasnya itu.

Mona Ikhlas dan Mencintai Bumi Kalimantan

"Mengajar di Ujung Dunia: Kisah Inspiratif dari Kalimantan" Buku ini bukan hanya sebuah karya tulis, tetapi juga sebuah cermin dari dedikasi, semangat, dan ketulusan seorang pendidik dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi di pedalaman Landak (The land of Dayak) selama sepuluh tahun,” tulis Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Hery Mulyadi, SH., M.A.P. (Juli 2024).

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, dia bangga dan terharu membaca kisah nyata yang ditulis oleh Dosen San Agustin tersebut.

“Buku ini menggambarkan dengan sangat jelas berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh para pendidik di daerah pedalaman,” kata Hery (Juli 2024).

Hery dalam tulisan itu menitikberatkan tentang harapan dari kesulitan hidup.

Menurutntya penulis menunjukkan bahwa dengan semangat yang kuat, keikhlasan, dan komitmen yang tinggi, semua rintangan dapat diatasi.

“Buku ini bukan hanya menginspirasi, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya para guru dan dosen,” tulis Hery, (Juli 2024).

Halaman:

Tags

Terkini