Tamu ke-13, yang tak diundang, adalah Loki, dewa penipu yang kemudian melakukan tindakan yang membawa petaka.
Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Dibuka Besok, Ini Syarat Baca hingga Tuntas
Dalam agama Kristen, terdapat kisah tentang Yudas, salah satu dari 12 rasul Yesus, yang datang sebagai tamu ke-13 dalam Perjamuan Terakhir.
Pengkhianatan Yudas terhadap Yesus membuat angka 13 dianggap membawa kesialan.
Selain itu, posisi angka 13 setelah angka 12 dalam numerologi juga menjadi faktor penyebab kepercayaan tersebut.
Angka 12 sering dikaitkan dengan kelengkapan dan kesempurnaan, sementara angka 13 dianggap sebagai angka yang aneh dan tidak seimbang.
Tak hanya itu, ketakutan terhadap angka 13 bahkan telah mengakibatkan dampak ekonomi.
Sekitar 10 persen warga Amerika Serikat dikatakan memiliki ketakutan terhadap angka 13, dan fobia ini semakin meningkat saat tanggal 13 jatuh pada hari Jumat.
Diperkirakan kerugian akibat fobia ini mencapai USD 800 juta per tahun di AS.
Namun, penting untuk dicatat bahwa kepercayaan tentang angka 13 sebagai sumber kesialan hanya berlaku di wilayah Barat, terutama Amerika Serikat.
Budaya di negara-negara lain, seperti Mesir kuno dan Tiongkok, justru menganggap angka 13 sebagai angka yang membawa keberuntungan.
Fakta Angka 13
Angka 13 sering dikaitkan dengan kesialan, baik di budaya Barat maupun di beberapa budaya lain. Tapi, tahukah Anda bagaimana asal-usul kepercayaan ini?
Berbagai Mitos dan Legenda