PONTIANAKGLOBE -- Delegasi Kongres AS bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menanam mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta eks kawasan penambak liar.
Kawasan tersebut dahulu pernah menjadi kawasan garapan penambak liar dan direstorasi oleh pemerintah pada 1998 yang berfungsi dari kawasan hutan menjadi areal tambak ikan dikelilingi ekosistem mangrove.
Selama 12 tahun tersebut, pemerintah berjuang membersihkan kawasan dari penggarap illegal dan menanami kembali pepopohonan mangrove yang hilang, akhirnya TWA Angke Kapuk.
Para delegasi Kongres AS yang menanam mangrove terdiri dari Senator Jeff Merkley, Senator Chris Van Hollen, Representative Lloyd Doggett, Representative Pramila Jayapal, dan Representative Ilhan Omar serta beberapa jajaran staf.
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan ekosistem mangrove memiliki fungsi yang sangat penting bagi lingkungan hidup dan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
"Mangrove menyediakan bahan baku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, seperti hasil hutan bukan kayu, sumber pangan, hasil ikan, dan sebagainya," kata Siti Nurbaya disela mendampingi para senator AS menanam mangrove dilansir dari laman KLHK dikutip Pontianak Globe, Kamis (20 April 2023).
Menurutnya, mangrove efektif untuk menangkap atau menyerap, karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dan menyimpannya dalam biomassa dan tanah organik yang membuatnya tetap stabil.
"Ekosistem mangrove yang terjaga dengan baik dapat menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak dari hutan terestrial biasa," kata Siti Nurbaya.
Artikel Terkait
Wih, Kubu Raya Punya Sistem Informasi Geospasial Dapat Pujian Dari Menteri Siti Nurbaya
Kelola Sampah Organik Jadi Kompos, Menteri LHK Siti Nurbaya Bilang Punya Nilai Ekonomi Tinggi
AJI Pontianak dan Gemawan Latih 46 Milenial Menulis Konten Perlindungan Mangrove Untuk Media Sosial
Demi Mangrove di Kalimantan Utara, Indosat Ooredoo Hutchison dan GSMA Berkolaborasi Supaya Udang Bertambah