pontianak-insights

Pelindo Pastikan Ekspor Alumunium Hydroxide dan Alumunium Oxide Kembali Normal

Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:01 WIB
Pelepasan aluminium Hydroxide dan aluminium Oxide di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Jumat (7/8/2026). (Wilhelmus Triputra)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) memastikan aktivitas ekspor komoditas aluminium hydroxide dan aluminium oxide milik PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) melalui Pelabuhan Dwikora, Pontianak, kembali berjalan normal setelah sempat terhambat persoalan regulasi. Komoditas tersebut selama ini diekspor secara rutin dengan volume sekitar 1.000 kontainer setiap bulan ke sejumlah negara di Asia.

Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan negara tujuan ekspor meliputi Jepang, Korea Selatan, China, dan India.

“Aluminium hydroxide dan aluminium oxide ini sebenarnya sudah rutin diekspor sekitar 1.000 kontainer per bulan. Tujuannya Jepang, Korea, China, dan India,” ujar Farid usai menghadiri pelepasan ekspor komoditas alumina oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Jumat (7/8/2026).

Farid mengatakan kegiatan ekspor sempat mengalami kendala akibat persoalan regulasi. Namun, setelah dilakukan koordinasi oleh pemerintah pusat, aktivitas ekspor kini dapat kembali berlangsung langsung dari Pontianak.

“Memang kemarin kita sedikit bermasalah terkait aturan, tetapi alhamdulillah setelah dikoordinasikan, ekspor bisa kembali berjalan langsung dari sini,” katanya.

Selain memastikan kelancaran ekspor, Pelindo bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga berkomitmen menjaga kelancaran arus pelayaran melalui pengerukan alur Sungai Kapuas. Menurut Farid, kedalaman alur pelayaran akan dipertahankan sekitar lima meter agar aktivitas kapal tidak terganggu akibat pendangkalan.

“Kita akan mengupayakan agar kedalaman alur tetap terjaga sehingga tidak terjadi hambatan akibat pendangkalan di Pontianak,” ujarnya.

Di sisi lain, Pelindo juga terus memperkuat operasional Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah sebagai pelabuhan internasional. Dalam waktu dekat, Pelindo akan mendatangkan tambahan peralatan bongkar muat dari Medan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.

"Bulan depan akan datang tambahan peralatan dari Medan. Nantinya akan tersedia dua unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dan dua unit Quay Crane (QC) untuk mendukung operasional di Pelabuhan Kijing,” jelasnya.

Menurut Farid, pengoperasian Pelabuhan Kijing secara bertahap juga akan diikuti dengan pemindahan sebagian aktivitas pelayanan kepelabuhanan dari Pontianak menuju pelabuhan tersebut agar kapasitas layanan ekspor semakin optimal.

Terkait mekanisme pengiriman, Farid menjelaskan komoditas alumina produksi PT Indonesia Chemical Alumina dikemas menggunakan kontainer sebelum dikirim ke negara tujuan. Sebagian pengiriman dilakukan langsung menggunakan kapal dari lokasi produksi, sementara sebagian lainnya dikonsolidasikan melalui Pelabuhan Dwikora sebelum diberangkatkan ke pasar ekspor.

“Skema ini sebenarnya sudah berjalan sejak PT ICA mulai berproduksi. Ada pengiriman yang langsung menggunakan kapal, dan ada juga yang melalui Pelabuhan Pontianak dengan sistem kontainerisasi,” pungkasnya

 

Tags

Terkini