PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Di tengah perubahan lanskap peperangan modern yang tak lagi hanya berlangsung di darat, laut, dan udara, nama Brigjen TNI (Mar) Yustinus Rudiman SH M.Tr.Hanla M.Tr (Han) muncul sebagai salah satu sosok yang dipercaya mengawal lini pertahanan paling strategis saat ini, yaitu ruang siber.
Perwira tinggi kelahiran Sambas, Kalimantan Barat, 2 Juli 1976 itu baru saja mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan kariernya.
Ia termasuk dalam 31 Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut yang mengikuti Laporan Korps Kenaikan Pangkat yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Muhammad Ali di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Yustinus Rudiman menjadi salah satu dari 25 perwira yang resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal TNI (Mar).
Bagi masyarakat Kalimantan Barat, pencapaian tersebut bukan sekadar kabar mengenai promosi jabatan.
Kenaikan pangkat itu menjadi simbol hadirnya putra daerah yang berhasil menembus jajaran elite TNI AL melalui rekam jejak panjang, prestasi akademik, dan pengalaman operasi yang lengkap.
Berawal dari Tanah Dayak
Perjalanan hidup Yustinus Rudiman dimulai di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Masa remajanya dihabiskan di Kalimantan Barat hingga menamatkan pendidikan di SMA Seminari Menengah Santo Paulus Nyarumkop, Singkawang, sekolah yang telah melahirkan banyak tokoh nasional.
Selepas itu, panggilan untuk mengabdi kepada negara membawanya ke Akademi Angkatan Laut (AAL).
Ia lulus dari AAL Angkatan ke-44 pada 1998, membuka jalan menuju karier militer yang terus menanjak.
Di balik kesibukannya sebagai prajurit, Yustinus tetap menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam kehidupannya.
Ia menikah dengan Dilly Kansil dan dikaruniai dua orang anak, Andrea dan Andrew.