pontianak-insights

MCF Sulap Taman Spiral Jadi Panggung Media Arts Kota Malang

Minggu, 10 Mei 2026 | 13:05 WIB
Road to Malang Menyala. (Dok. Istimewa )

PONTIANAKGLOBE.COM, MALANG -- Malang Creative Fusion (MCF) sukses menggelar kegiatan “Road to Malang Menyala Spiral Immersive Activation” di Taman Spiral Kota Malang pada Sabtu malam (9/5/2026). 

Kegiatan aktivasi ruang publik berbasis media arts tersebut berlangsung kondusif dan mendapat sambutan positif dari berbagai komunitas kreatif serta pegiat seni dan teknologi.

Baca Juga: Menu Pangsit Isi Tahu Diduga Jadi Pemicu Keracunan MBG Terhadap 252 Siswa di Jaktim

Sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari komunitas kreatif, pegiat budaya, media, teknologi, hingga jejaring kota kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.

“Road to Malang Menyala” menjadi bagian dari gerakan aktivasi ruang publik kreatif berbasis media arts, immersive visual, projection mapping, ambient music, hingga eksplorasi artistik ruang kota.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendukung pengembangan Kota Malang menuju Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan Pemerintah Kota Malang dan jejaring ekonomi kreatif nasional, di antaranya Camat Klojen Willstar Sinaga, Focal Point UNESCO Media Arts Kota Malang Amar Alphabet, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang Pandu, perwakilan Disporapar Kota Malang Laode, hingga Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Vicky Arief.

Selain itu, anggota DPRD Kota Malang Arif Wahyudi juga hadir memantau langsung kegiatan yang disebut sebagai prototype aktivasi ruang kota berbasis komunitas kreatif tersebut.

Dalam kegiatan itu, MCF memperkenalkan istilah baru bertajuk “Passive Space” untuk menggambarkan ruang-ruang kota yang dinilai belum teraktivasi secara maksimal.

Koordinator Malang Creative Fusion, Dadik Wahyu Chang menjelaskan, banyak ruang publik di Kota Malang sebenarnya memiliki potensi besar untuk dihidupkan melalui seni, budaya, media arts, dan aktivitas ekonomi kreatif lainnya.

“Hari ini kita belajar bahwa kota punya banyak passive space yang sebenarnya bisa dihidupkan. Taman kota, sudut jalan, ruang publik, semuanya punya potensi menjadi ruang interaksi kreatif masyarakat. Kita ingin ruang-ruang yang selama ini pasif mulai menyala oleh kreativitas warga dan komunitas,” ujar Dadik.

Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar acara hiburan, melainkan bentuk prototype bagaimana ruang kota dapat diaktivasi secara positif, artistik, kondusif, dan kolaboratif.

“Gerakan ini bukan sekadar event, tetapi prototype bagaimana ruang kota dapat diaktivasi secara positif, artistik, kondusif, dan kolaboratif untuk mendukung Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Ketua Harian ICCN, Vicky Arief yang menilai aktivasi ruang publik semacam ini penting untuk mendekatkan kreativitas kepada masyarakat.

“Aktivasi ruang publik seperti ini penting untuk memperlihatkan bahwa kreativitas bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Malang memiliki energi komunitas yang kuat untuk berkembang sebagai kota kreatif berbasis media arts,” ucap Vicky.

Halaman:

Tags

Terkini

HP Dorong Visi Future of Work di HP Elevate 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:27 WIB