PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Aksi penangkapan massal ikan sapu-sapu di sejumlah aliran sungai di Jakarta tengah jadi sorotan publik.
Fenomena ini ramai dibahas setelah warga mengeluhkan populasi ikan tersebut yang dinilai semakin tak terkendali dan berdampak pada kerusakan lingkungan, termasuk turap atau dinding penahan tanah di bantaran sungai.
Baca Juga: Baru Dibuka, Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran
Dalam unggahan media sosial yang viral, terlihat warga melakukan pembersihan besar-besaran terhadap ikan tersebut. Penangkapan ini disebut bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan langkah darurat menjaga kondisi sungai.
"Penangkapan ini bukan tanpa alasan, populasi ikan invasif tersebut dinilai sudah mengganggu dan merusak struktur turap di beberapa titik," tulis keterangan dalam video yang beredar.
Warga menyebut ikan sapu-sapu memiliki kebiasaan menggali lubang di dasar hingga tepi sungai untuk berkembang biak. Aktivitas ini membuat struktur tanah menjadi rapuh dan berisiko longsor.
"Merusak tanggul karena memiliki kebiasaan menggali," demikian narasi dalam video tersebut.
Tak hanya itu, keberadaan ikan invasif ini juga dinilai mengancam keseimbangan ekosistem perairan. Ikan lokal disebut kalah bersaing dalam mendapatkan makanan maupun ruang hidup.
"Ini ikan invasif yang bisa merusak sungai dan danau, dengan tubuh keras dan daya tahan tinggi ikan ini merusak habitat ikan lokal," ungkap keterangan lain dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Jukir Surabaya Minta Parkir Tunai, Pengendara Tolak
Langkah penangkapan massal ini pun bukan berorientasi pada hasil tangkapan, melainkan sebagai upaya pengendalian populasi demi menjaga kelestarian lingkungan.
"Perburuan ikan sapu-sapu bukan soal hasil tangkapan, tapi tentang menyelamatkan lingkungan perairan," tandasnya.
Hingga Minggu (19/4/2026), aksi tersebut terus menuai perhatian luas dari warganet, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang bagi ekosistem sungai di Jakarta.***