Menurut pihak studio, kurcaci dalam versi ini akan digambarkan sebagai makhluk ajaib, bukan manusia bertubuh kecil seperti di film animasinya.
Baca Juga: Film Pengantin Setan Tayang, Erika Carlina Cerita Belajar Islam demi Totalitas Peran
Meski nama mereka tetap sama – Bashful, Doc, Dopey, Grumpy, Happy, Sleepy, dan Sneezy – banyak penggemar yang kecewa dengan keputusan Disney.
Pasalnya, mereka berharap live action seharusnya menggunakan aktor nyata, bukan hanya karakter hasil efek komputer.
Selain itu, judul asli "Snow White and the Seven Dwarfs" juga diubah menjadi hanya "Snow White", yang semakin menambah perdebatan di kalangan penggemar.
3. Perbedaan Sikap Politik Rachel Zegler dan Gal Gadot
Gal Gadot, yang memerankan Evil Queen, dikenal sebagai aktris yang vokal dalam mendukung Israel. Sementara itu, Rachel Zegler justru aktif dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Sejak 2021, Rachel Zegler telah terang-terangan menyatakan solidaritasnya terhadap Palestina melalui media sosial. Ia juga mendukung gencatan senjata dan mengutuk tindakan yang disebutnya sebagai genosida Israel.
Saat trailer film ini dirilis, Rachel kembali menyelipkan pesan politik di akun media sosialnya, menyerukan dukungan untuk kebebasan Palestina.
Perbedaan pandangan politik antara dua pemeran utama ini memicu perdebatan di media sosial, dengan sebagian penonton menolak menonton film ini karena alasan politik.
Baca Juga: Mawar de Jongh Tampil Mengharukan Sebagai Anak Broken Home dalam Film Semusim Setelah Kemarau
4. Ucapan Rachel Zegler yang Mengundang Kritik
Saat mempromosikan Snow White live action, Rachel Zegler melontarkan beberapa pernyataan yang dianggap mengejek versi animasi aslinya.
Dalam wawancaranya dengan Forbes, Zegler menegaskan bahwa film ini akan sangat berbeda dari versi 1937.
"Snow White tidak akan diselamatkan oleh sang pangeran. Dia tidak akan bermimpi tentang cinta sejati. Dia bermimpi menjadi seorang pemimpin yang dia tahu dia bisa," ujar Zegler.