Benarkan Omicron Varian XXB Lebih Cepat Menular? Begini Penjelasan Dokter Reisa Broto Asmoro

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 9 November 2022 | 08:07 WIB
Potret Dokter Reisa Broto Asmoro Juru bicara Pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19 (Foto: Internet)
Potret Dokter Reisa Broto Asmoro Juru bicara Pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19 (Foto: Internet)

PONTIANAKGLOBE.COM, SURABAYA -- Belakangan ini kasus covid-19 dikabarkan kembali naik.

Satu di antara penyebabnya diduga adanya mutasi varian baru yang lebih cepat menyebar.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro, mengungkapkan terkait Varian Omicron dari Covid-19 yang hingga saat ini terus bermutasi dengan adanya varian sub varian XBB. Varian jenis ini dinilai cepat menular.

Dikatakan dr Reisa Broto Asmoro, tingkat penularannya mencapai 1,7 kali lebih cepat. Jika dibandingkan dari varian Omicron, Delta, dan Alpha.

BACA JUGA: Tidak Benar Paus Fransikus akan Berkunjung ke Indonesia untuk Hadiri Forum G20 di Bali

"Kalau kita lihat mutasi XBB sendiri, memang dia lebih cepat menular, dibandingkan Delta maupun Alpa. Ternyata XBB lebih menular lagi dari varian-varian lainnya, meningkat 1,7 kali lebih cepat penularannya," kata Reisa saat Siaran Sehat di YouTube RRI Net Official, Selasa 8 November 2022.

Omicron XBB merupakan turunan dari Omicron asli (BA.2) yang sudah hadir di 28 negara, termasuk Indonesia. Hal itu terjadi kenaikan kasus yang terjadi di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, India, dan lain-lain.

BACA JUGA: Ajak Masyarakat Shalat Gerhana, Kemenag Paparkan Tata Caranya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sudah ada 12 kasus XBB di Indonesia. Namun semuanya, dikatakan hanya mengalami gejala ringan, bahkan cukup melakukan isolasi mandiri (isoman).

Dari ke-12 kasus dilaporkan, dua kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari Singapura. Sementara ke-10 kasus, dikatakan hanya transmisi lokal.

"XBB semulai ada satu tambah lagi ada empat dan totalnya ada 12, dua PPLN dari Singapura dan 10 itu transmisi lokal tapi Alhamdulillah dari semuanya tidak mengalami gejala berat dan hanya isoman dan kemudian sembuh," ungkap juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril baru-baru ini.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X