PONTIANAKGLOBE.COM -- Tekanan darah atau hipertensi adalah satu di antara penyakit yang banyak diderita orang dewasa.
Hipertensi umumnya menyerang orang dengan usia 40 tahun ke atas.
Namun ada juga ditemukan untuk usia di bawah 40 tahun.
Penyebabnya antara lain mulai dari faktor genetik hingga pola makan yang tak terkontrol.
Sejumlah makanan, terutama daging menjadi satu di antara penyebab hipertensi.
Jika terlalu lama hipertensi, bisa memicu sejumlah penyakit. Antara lain jantung, stroke, dan lainnya.
Tak hanya di Indonesia, tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat mempengaruhi hampir separuh orang dewasa di Amerika Serikat, dan berkontribusi terhadap beban penyakit jantung.
Menurut Ahli epidemiologi Paul Muntner kepada American Heart Association (AHA), dengan penuaan populasi dan peningkatan harapan hidup, prevalensi tekanan darah tinggi diperkirakan akan terus meningkat.
Bahkan jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, demensia vaskular, strok, dan masalah kesehatan lainnya, menurut National Institute on Aging (NIA).
Masalahnya, hipertensi jarang memiliki gejala.
Meskipun, dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan nyeri dada, kesulitan bernapas, penglihatan kabur, mimisan, atau sakit kepala, menurut British Heart Foundation.
Seperti dilansir dari laman Health Digest, perubahan gaya hidup kecil dapat membuat perbedaan besar. Berikut tiga caranya menurunkan tekanan darah tinggi tanpa obat.
- Berolahraga Secara Teratur
Ternyata, aktivitas fisik dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang sederhana tapi konsisten, menurut ulasan tahun 2018 yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine.
Setelah menyelidiki hampir 400 penelitian, para peneliti menyimpulkan bahwa olahraga teratur sama efektifnya dengan kebanyakan obat yang direkomendasikan untuk tekanan darah tinggi.