healty

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
Gambar Jantung (berbagai sumber)

PONTIANAKGLOBE.COM - Sistem kardiovaskuler merupakan salah satu sistem paling vital dalam tubuh manusia.

Ia terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah yang berperan penting dalam mengedarkan oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh. Sayangnya, banyak orang masih kurang memahami bagaimana sistem ini bekerja serta apa saja ancaman penyakit yang dapat menyerangnya.

Melalui tulisan ini, tim dari Program Studi DIII Keperawatan San Agustin berupaya memberikan edukasi lengkap mengenai sistem kardiovaskuler dan berbagai permasalahannya.

Apa Itu Sistem Kardiovaskuler?

Sistem kardiovaskuler berasal dari dua kata: "kardio" yang berarti jantung dan "vaskuler" yang berarti pembuluh darah. Secara anatomi, sistem ini membentuk sirkulasi darah yang memastikan pasokan oksigen, nutrisi, hormon, serta pembuangan zat sisa metabolisme ke seluruh jaringan tubuh.

Jantung manusia, yang hanya seukuran kepalan tangan, bekerja tanpa henti—bahkan saat kita tidur.

Jika jantung berhenti berdetak, kondisi ini disebut henti jantung (cardiac arrest). Dalam situasi ini, aliran darah ke otak dan organ vital lainnya terhenti, yang bisa menyebabkan kematian dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani.

Mengenali Tanda-Tanda Masalah Jantung

Beberapa gejala yang bisa menandakan adanya gangguan pada jantung. Di antaranya:

  1. Nyeri Dada
    Meskipun nyeri dada tidak selalu berarti serangan jantung, nyeri yang menjalar ke bahu, lengan, rahang, atau punggung dan muncul saat aktivitas fisik, lalu menghilang saat istirahat, bisa menjadi tanda penyakit arteri koroner.

  2. Kelelahan Berlebihan
    Kelelahan yang terjadi terus-menerus tanpa sebab jelas bisa mengindikasikan jantung yang kesulitan memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh.

  3. Sesak Napas
    Jika sesak napas terjadi bahkan saat melakukan aktivitas ringan, ini bisa menjadi sinyal awal dari gagal jantung.

  4. Jantung Berdebar atau Palpitasi
    Detak jantung yang cepat dan tidak teratur bisa menandakan aritmia. Meskipun palpitasi juga bisa disebabkan oleh stres, kafein, atau dehidrasi, pemantauan tetap penting.

  5. Kaki dan Pergelangan Kaki Bengkak
    Pembengkakan ini bisa disebabkan oleh penumpukan cairan akibat gagal jantung, meski kondisi ginjal, hati, atau efek samping obat juga bisa menjadi penyebab.

Penyakit Jantung Tak Selalu Bergejala

Tidak semua penderita gangguan jantung mengalami gejala yang khas. Bahkan, banyak kasus tidak menunjukkan keluhan di dada sama sekali.

Individu dengan usia di atas 60 tahun, penderita diabetes, serta orang dengan berat badan berlebih memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung.

Halaman:

Tags

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB