Saat ini untuk mempercepat deteksi dini TBC dengan pemeriksaan mesin tes cepat molekuler (TCM).
Setelah terdiagnosa penderita mendapat akses pengobatan yang telah distandarkan baik obat maupun waktunya.
Obat anti TBC akan diberikan berdasarkan usia, kasus baru, kasus kambuh, gagal.
Dalam perawatan dan pengobatan yang ditekankan adalah keteraraturan waktu minum obat, disiplin, serta evaluasi pemeriksaan ulang.
Keberhasilan dapat ditentukan oleh berkurangnya keluhan seperti batuk, sesak napas, meningkatnya nafsu makan dan penambahan berat badan.
Beberapa penelitian kegagalan sering terjadi pada tahap awal pengobatan Apa saja yang terjadi?
Penderita merasa sembuh karena tidak ada keluhan batuk sehingga berhenti minum obat (droup out), padahal minum obat tidak boleh satu haripun terlewatkan karena adanya sifat kuman yang tertidur.
Selain itu faktor bosan minum obat, putus asa karena keluhan masih ada dan bahkan bertambah seperti mual, muntah.
Ketakutan akibat air seni berubah warna merah setelah minum obat, sklera mata kuning serta masalah ekonomi terkait bolak balik ke fasilitas kesehatan dan ini merupakan factor lain yang menyebabkan kegagalan minum obat.
Peran tenaga keperawatan
Indonesia dengan jumlah kasus terbanyak nomor dua secara global, setelah negara India.
Tinggi nya kasus TBC perlu adanya tindakan pencegahan dengan terus menerapakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan makanan yang bergizi, serta menjaga diri dan kelurga dari TBC.
Selain itu lingkungan tempat tinggal penderita mendapat perhatian tetap terjaga sirkulasi udara dan paparan sinar matahari dikamar, mengunakan masker, membuang dahak tidak sembarangan kaleng berisi desinfekan/air sabun atau ke toilet, menjemur tempat tidur 2-3 kali seminggu dan dua minggu pertama minum obat penderita masih menjadi sumber penularan sehingga orang sekitar tetap menjaga jarak tetapi bukan menjauhi.
Orang serumah dengan penderita dilakukan skrining dan pemeriksaan. Hal ini dilakukan agar proses perawatan dan pengobatan bagi penderita seiring sejalan dan tidak terjadi siklus berulang terjadinya penyakit TBC pada orang tersebut..