healty

Kontroversi Penggunaan Wolbachia di Indonesia untuk Bekal Perang Melawan DBD

Rabu, 22 November 2023 | 08:00 WIB
Ilustrasi // Kemenkes Sebar Ribuan Nyamuk Wolbachia untuk Cegah Penyebaran Demam Berdarah Dengue. (Foto: Pexels/Egor Kamelev).

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan Indonesia berencana melepaskan nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia di lima kota sebagai upaya untuk memerangi virus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Baca Juga: Apa itu Anopheles ? Kabar Duka, Prajurit TNI Meninggal Dunia Karena Malaria di Hutan Pedalaman Papua

Meskipun beberapa penelitian menunjukkan efektivitasnya, rencana ini menimbulkan kontroversi karena kekhawatiran akan dampak jangka panjang dan keberlanjutan dari metode ini.

1. Efektivitas Menurut Penelitian: Menurut penelitian epidemiolog Universitas Gadjah Mada, Riris Andono Ahmad, di Yogyakarta pada 2021, penggunaan Wolbachia berhasil menurunkan angka kasus DBD hingga 77% dan mengurangi kebutuhan rawat inap hingga 86%. Namun, meskipun hasilnya positif, muncul ketidaksetujuan dari beberapa pihak.

Baca Juga: Ahli Sebut Nyamuk Wolbachia Bill Gates Tidak Menyebabkan Radang Otak

2. Siti Fadilah Supari Menyuarakan Ketidaksetujuan: Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pelepasan nyamuk dengan Wolbachia. Ia mengingatkan akan potensi efek samping jangka panjang dari perubahan genetik pada populasi nyamuk. Ia menyoroti contoh Sri Lanka, di mana setelah penyebaran Wolbachia, muncul nyamuk yang lebih ganas.

3. Penolakan di Bali dan Kritik Terhadap Kajian: Pemda Bali menunda rencana pelepasan nyamuk dengan Wolbachia setelah mendapat penolakan dari masyarakat. Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyoroti kurangnya kajian komprehensif terkait penggunaan Wolbachia. Gladiator Bangsa, kelompok yang menyebar petisi menentang rencana tersebut, mengkhawatirkan dampak pada pariwisata dan meminta kepastian tanggung jawab terkait pelepasan nyamuk.

Kontroversi di sekitar penggunaan Wolbachia untuk memerangi DBD di Indonesia, mempertimbangkan pandangan pro dan kontra serta kekhawatiran yang muncul dari berbagai pihak. ***

Tags

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB