Ketua Appuri, Ibrahim, mengungkapkan bahwa produksi kratom di Kalimantan Barat, yang merupakan salah satu daerah penghasil terbesar, mencapai 3.000 ton per bulan, melebihi setengah dari kebutuhan pasar global sebesar 5.000 ton.
Dalam konteks ini, para petani berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar mereka dapat mencapai kesejahteraan.
Kratom, selain memiliki manfaat kesehatan, juga berkontribusi pada ekonomi masyarakat Kalimantan Barat dan berperan sebagai pelindung lingkungan.
Meskipun belakangan ini menghadapi perdebatan mengenai kandungan adiktifnya, kratom tetap menjadi komoditas unggulan Kalimantan Barat yang banyak diimpor oleh Amerika Serikat. ***