Masa Inkubasi dan Sumber Penularan Rabies atau Penyakit Anjing Gila

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Jumat, 16 Juni 2023 | 19:23 WIB
Foto virus rabies atau penyakit anjing gila. (Pixabay/SamuelFrancisJohnson)
Foto virus rabies atau penyakit anjing gila. (Pixabay/SamuelFrancisJohnson)

PONTIANAKGLOBE.COM - Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas yang disebabkan oleh virus rabies, ditularkan melalui saliva (anjing, kucing, kera) yang kena rabies dengan jalan gigitan atau melalui luka terbuka.

Berita terbaru, viral seorang anak perempuan meninggal diduga terinfeksi rabies pada Minggu (11/6/2023).

Bocah asal Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, itu meninggal setelah terkena gigitan anjing.

Masa Inkubasi dan Sumber Penularan Penyakit Rabies

Dikutip Pontianakglobe dari laman Dinas Kesehatan Provinsi Bali, masa inkubasi (masa masuknya virus kedalam tubuh manusia / hewan sampai menimbulkan gejala penyakit) adalah sebagai berikut :

1. Masa inkubasi pada hewan antara 3 – 8 minggu

2. Masa inkubasi pada manusia bervariasi, biasanya 2 – 8 minggu, kadang- kadang 10 hari sampai 2 tahun, tetapi rata- rata masa inkubasinya 2 – 18 minggu.

Sumber Penularan Penyakit Rabies

Sumber penular dari penyakit rabies adalah anjing sebagai sumber penular utama, disamping itu dapat juga ditularkan oleh kucing dan kera.

Di luar negeri, disamping ke 3 hewan diatas, dapat juga ditularkan melalui gigitan bitang seperti : serigala, kelelawar, skunk, dan racoon.

Adapun daya serang virus rabies sebagai berikut :

Setelah virus rabies masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan hewan (anjing), selama sekitar 2 minggu virus akan tetap tinggal di tempat masuk dan atau didekat tempat gigitan.

Selanjutnya, virus akan bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan perubahan fungsinya.

Sepanjang perjalanan ke otak, virus rabies akan berkembangbiak / membelah diri (replikasi).

Selanjutnya sampai diotak dengan jumlah virus maksimal, kemudian menyebar luas ke semua bagian neuron.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Bali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X