Terungkap Binatang Inilah Pemicu Asal Muasal Virus Corona di Wuhan. Ternyata Bukan Kelelawar

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 21 Maret 2023 | 09:33 WIB
Anjing rakun berdasarkan riset peneliti diduga penyebab COVID-19 di Wugan, China, bukan kelelawar. (lembang_parkzoo)
Anjing rakun berdasarkan riset peneliti diduga penyebab COVID-19 di Wugan, China, bukan kelelawar. (lembang_parkzoo)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Selama ini orang beranggapan penyebab virus corona yang menyebkan covid-19 berasal dari kelalawar.

Namun teka-teki itu akhirnya terjawab.

BACA JUGA: Profil Mesut Ozil, Pemain Timnas Jerman yang Memutuskan Pensiun pada Usia 34 Tahun

Sebuah teori baru tentang awal mula virus COVID-19 menunjuk pada anjing rakun yang diperdagangkan secara ilegal di sebuah pasar di Wuhan, China.

Data genetik dari penyeka yang terhubung ke hewan mirip rubah dengan wajah rakun ini menawarkan bukti nyata tentang kemungkinan asal virus, menurut tim ahli virus internasional.

Hewan-hewan ini diketahui dapat menularkan virus corona.

BACA JUGA: Tips Merawat Strip Kulit Jam Tangan Agar Awet dan Tidak Berbau

Data genetik dikumpulkan dengan penyeka mulai Januari 2020 dari dinding, lantai, kandang logam, dan gerobak yang digunakan untuk memindahkan kandang di dalam dan sekitar Pasar Grosir Makanan Laut Huanan setelah otoritas China menutupnya karena potensi kaitannya dengan virus.

Sejumlah besar materi genetik cocok untuk anjing rakun.

BACA JUGA: Sejarah Jam Tangan Rolex, Jam Tangan Mewah dengan Harga Selangit

Bahan dari anjing rakun dan virus berada di tempat yang sama.

Para peneliti mempelajari ini menggunakan data mentah dari penyeka yang diposting ke GISAID, gudang internasional urutan genetik virus.

 Ilmuwan China sebelumnya telah merilis sebuah penelitian menggunakan sampel pasar pada Februari 2022.

Itu telah melaporkan sampel positif untuk sindrom pernafasan akut yang parah coronavirus 2 tetapi menyatakan bahwa virus tersebut berasal dari pembeli atau pekerja yang terinfeksi, bukan dari hewan. Peneliti yang sama memposting data mentah yang digunakan peneliti internasional untuk analisis mereka.

Florence Débarre, Ph.D., seorang ahli biologi evolusi di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis di Paris, menemukan data itu pada 4 Maret.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: consumer.healthday.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X