PONTIANAKGLOBE.COM -- Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurobiologis yang ditandai dengan pola perilaku yang terus-menerus sulit untuk fokus, mengendalikan diri, dan tetap tenang.
Meskipun tidak ada obat untuk ADHD, ada beberapa cara untuk mengelola gejalanya, termasuk perubahan pola makan.
Namun, ada banyak mitos tentang makanan dan ADHD yang beredar luas.
Berikut adalah lima mitos makanan untuk pengidap ADHD yang harus diabaikan:
Mitos 1: Gula dan makanan olahan menyebabkan ADHD
Mitos ini mungkin berasal dari pengamatan bahwa anak-anak dengan ADHD sering mengalami lonjakan energi dan perilaku hiperaktif setelah mengonsumsi makanan yang tinggi gula atau olahan.
Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara konsumsi gula atau makanan olahan dengan penyebab ADHD.
Mitos 2: Aditif makanan menyebabkan ADHD
Aditif makanan seperti pewarna, pengawet, dan pemanis buatan sering disalahkan sebagai penyebab ADHD.
Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada bukti kuat untuk mendukung klaim ini.
Faktanya, beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa beberapa aditif makanan tertentu, seperti omega-3, mungkin memiliki efek positif pada anak-anak dengan ADHD.
Mitos 3: Alergi makanan menyebabkan ADHD
Beberapa orang percaya bahwa alergi makanan dapat menyebabkan atau memperburuk gejala ADHD.
Artikel Terkait
10 Makanan Siang yang Tak Bikin Kamu Mengantuk saat Bekerja
Kemenkes Sebut Inovasi Wolbachia Efektif Turunkan Kasus DBD
Apa Itu Nyamuk Wolbachia? Nyamuk 'Bill Gates' yang Viral di Medsos
10 Cara Menghilangkan Bekas Luka Tahunan yang Hitam, Alami hingga Medis
Ahli Sebut Nyamuk Wolbachia Bill Gates Tidak Menyebabkan Radang Otak
Kontroversi Penggunaan Wolbachia di Indonesia untuk Bekal Perang Melawan DBD