5 Mitos Makanan untuk Pengidap ADHD yang Harus Diabaikan

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Kamis, 23 November 2023 | 13:40 WIB
Perbedaan ADHD dan Hiperaktif: Pahami Gejala dan Penanganannya (Freepik.com)
Perbedaan ADHD dan Hiperaktif: Pahami Gejala dan Penanganannya (Freepik.com)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurobiologis yang ditandai dengan pola perilaku yang terus-menerus sulit untuk fokus, mengendalikan diri, dan tetap tenang.

Meskipun tidak ada obat untuk ADHD, ada beberapa cara untuk mengelola gejalanya, termasuk perubahan pola makan.

Namun, ada banyak mitos tentang makanan dan ADHD yang beredar luas.

Berikut adalah lima mitos makanan untuk pengidap ADHD yang harus diabaikan:

Mitos 1: Gula dan makanan olahan menyebabkan ADHD

Mitos ini mungkin berasal dari pengamatan bahwa anak-anak dengan ADHD sering mengalami lonjakan energi dan perilaku hiperaktif setelah mengonsumsi makanan yang tinggi gula atau olahan.

Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara konsumsi gula atau makanan olahan dengan penyebab ADHD.

 

Mitos 2: Aditif makanan menyebabkan ADHD

Aditif makanan seperti pewarna, pengawet, dan pemanis buatan sering disalahkan sebagai penyebab ADHD.

Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada bukti kuat untuk mendukung klaim ini.

Faktanya, beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa beberapa aditif makanan tertentu, seperti omega-3, mungkin memiliki efek positif pada anak-anak dengan ADHD.

 

Mitos 3: Alergi makanan menyebabkan ADHD

Beberapa orang percaya bahwa alergi makanan dapat menyebabkan atau memperburuk gejala ADHD.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X