"Terima kasih atas partisipasi adik-adik dan para guru yang mendukung acara ini. Puisi dan lagu-lagu yang ditampilkan membuat saya sangat bahagia dan betah berada di sini. Namun karena tugas, saya harus kembali ke Vatikan," katanya.
Ajak Siswa Berani Bermimpi
Padre Marco berpesan kepada para siswa agar berani bermimpi dan mengejar cita-cita setinggi mungkin tanpa melupakan asal-usul mereka.
Ia mengingatkan bahwa suatu saat para siswa mungkin akan meninggalkan desa dan keluarga untuk mengejar pendidikan maupun cita-cita. Namun, kampung halaman tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup.
"Suatu saat kalian akan merasakan pergi jauh, meninggalkan desa dan keluarga, bahkan menangis karena rindu. Namun ingatlah, kita berasal dari desa dan suatu hari akan kembali ke desa untuk mencintai kampung halaman. Jadilah jembatan antara diri kalian dan tanah kelahiran, gelekat lewo tanah," tutur Padre Marco.
Sebagai tanda kasih, Padre Marco membagikan rosario, gambar Santo Kristoforus, serta sejumlah uang kepada para siswa.
Santo Kristoforus dikenal sebagai pelindung para peziarah dan orang-orang yang melakukan perjalanan. Padre Marco berharap pemberian tersebut dapat menjadi pengingat bagi para siswa untuk terus bertumbuh dalam iman, berani mengejar cita-cita, dan senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan.
"Ini saya berikan sedikit uang untuk membeli bola sepak agar kalian bisa bermain sambil belajar," tambahnya.
Bagi siswa SDK Lewouran, kehadiran Padre Marco bukan sekadar kunjungan seorang imam yang bertugas di Vatikan. Ia kembali sebagai anak kampung yang membuktikan bahwa mimpi besar dapat berawal dari ruang kelas sederhana di sebuah desa di Flores Timur.
Sebelum meninggalkan SDK Lewouran, Padre Marco juga mengunjungi dan memberikan berkat kepada guru serta murid TKK Kristoforus Lewouran.
Melalui kisah hidupnya, Padre Marco ingin menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mengabdi dan berkarya bagi Gereja maupun masyarakat.
Sejauh apa pun seseorang melangkah, kampung halaman tetap menjadi tempat untuk kembali, mengenang asal-usul, dan menyalakan harapan bagi generasi berikutnya.
"Jangan pernah malu berasal dari desa. Belajarlah dengan tekun, miliki cita-cita yang tinggi, tetapi jangan lupa pulang. Kampung halaman adalah akar yang membentuk siapa kita," pesan Padre Marco.
Pesan tersebut disambut tepuk tangan meriah para siswa, guru, dan warga yang memadati halaman SDK Lewouran. ***