daily-vibes

Kunjungi SDK Lewouran, Padre Marco Ajak Siswa Berani Bermimpi dan Mencintai Kampung Halaman

Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Padre Marco mengunjungi dan memberikan berkat kepada guru dan murid SDK Lewouran, Ilebura, Flores Timur, Rabu (5/8/2026). (Stanislaus Jumar Sudiyana/PWKI)

PONTIANAKGLOBE.COM, LEWOURAN -- Suasana haru dan penuh sukacita menyelimuti SDK Lewouran, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Rabu, 5 Agustus 2026. Pater Markus Solo Kewuta, SVD, yang akrab disapa Padre Marco, kembali mengunjungi sekolah dasar tempat ia menimba ilmu hingga lulus pada 1981.

Kedatangan imam asal Flores Timur yang kini bertugas di Vatikan itu disambut puluhan siswa, para guru, pengawas sekolah, serta masyarakat.

Baca Juga: Setahun Berlalu, Br Stephanus Paiman Kenang Investigasi Dugaan Kriminalisasi Warga Desa Inggis

Kepala SDK Lewouran, Blasius Boli, S.Ag., yang juga merupakan teman sekelas Padre Marco, mengatakan kehadiran sahabat lamanya menjadi kebanggaan bagi sekolah.

"Padre Marco adalah kebanggaan SDK Lewouran. Beliau membuktikan bahwa anak dari desa kecil ini mampu berkarya hingga dipercaya melayani di Vatikan," kata Blasius.

Kenang Masa Sekolah di Lewouran

Di hadapan para siswa, Padre Marco mengenang masa kecilnya saat menempuh pendidikan di SDK Lewouran.

Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan ke SMPK Ile Bura Lewotobi, kemudian SMAK Seminari San Dominggo Hokeng, Flores Timur. Perjalanan hidupnya kemudian membawanya ke berbagai tempat hingga pada 2007 dipanggil untuk bertugas di Vatikan.

"Saya berasal dan bersekolah dari sini. Setelah lulus saya melanjutkan ke SMP Lewotobi. Perjalanan membawa saya semakin jauh hingga pada tahun 2007 saya dipanggil untuk bertugas di Vatikan," ujarnya.

Suasana semakin hangat ketika Padre Marco berdialog dengan para siswa. Ia bertanya, "Siapa Paus sekarang?"

Serempak para siswa menjawab, "Paus Leo XIV."

Baca Juga: Seskab Teddy Indra Wijaya Masuk 3 Besar Pejabat dengan Penilaian Positif

Ketika kembali bertanya mengenai guru agama Katolik mereka, para siswa menjawab, "Ibu Mia Keban." Mendengar jawaban tersebut, Padre Marco spontan memberikan apresiasi.

"Hebat ibu guru agamanya," katanya.

Padre Marco juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat para siswa dan guru, termasuk dukungan mereka dalam perayaan syukur ulang tahunnya yang ke-58.

Halaman:

Tags

Terkini