daily-vibes

Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur'an di The Sounds Project Berujung Laporan Polisi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Menyoroti viralnya kontroversi dugaan tantangan hafalan Al-Quran yang berhadiah miras dalam festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. (Instagram.com/@nowdots)

Surah yang disebut dalam tantangan tersebut adalah Ad-Duha. Peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan disebut mendapatkan imbalan berupa satu botol minuman beralkohol.

Video tersebut kemudian menyebar di media sosial dan menuai kecaman dari sejumlah pihak.

Lantas, bagaimana tanggapan pihak-pihak terkait mengenai kontroversi tersebut?

Pihak The Sounds Project selaku penyelenggara menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya.

Penyelenggara mengaku mengecam tindakan yang menjadikan agama sebagai bagian dari tantangan maupun promosi produk.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut," demikian pernyataan resmi The Sounds Project.

"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," sambungnya.

Manajemen brand minuman beralkohol Newport juga menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi yang terjadi.

Direktur Newport Handoko Sasongko mengatakan permintaan maaf tersebut disampaikan kepada umat Muslim, tokoh agama, dan masyarakat Indonesia.

"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia," ujar Handoko dalam keterangan resminya, Selasa, 11 Agustus 2026.

"(Hal itu) atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," sambungnya.

Handoko menegaskan kegiatan tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, tantangan, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport.

Baca Juga: Gus Miftah: Muktamar NU di Tambakberas Harus Bersih dari Intervensi Politik

"Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan," beber Handoko.

"Sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini