PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA TENGAH -- Curahan hati seorang warga bernama Nidia Aurelia terkait pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ramai menjadi sorotan di media sosial.
Nidia membagikan pengalamannya saat membawa sang ayah yang kondisinya menurun ke IGD RSUD Merah Putih. Namun, menurut pengakuannya, ia kecewa dengan pelayanan yang diterima sebelum akhirnya sang ayah meninggal dunia beberapa hari kemudian.
Baca Juga: Peternak DIY Bagi-bagi 1.600 Ayam Gratis di Malioboro, Protes Harga Telur Anjlok
Melalui akun Instagram pribadinya @nidiaarl_, Nidia mengunggah cerita mengenai kondisi sang ayah ketika dibawa ke rumah sakit.
"Kondisi bapak sudah drop, keluarga memutuskan membawa bapak ke IGD," tulis Nidia.
Menurut Nidia, saat tiba di IGD, sang ayah terpaksa menjalani pemeriksaan di luar ruangan karena kapasitas ruang disebut sudah penuh.
"Saat masuk ke IGD, bapak terpaksa diperiksa di luar ruangan dengan alasan kamar penuh," ungkapnya.
Ia mengaku keluarganya harus menunggu sekitar 1,5 jam hingga mendapat informasi mengenai kondisi sang ayah.
"Nunggu sekitar 1,5 jam di kursi roda, ternyata bapak sama sekali tidak mendapatkan hasil terkait kondisi sakitnya," sambung Nidia.
Keluarga Minta Rawat Inap
Nidia mengatakan keluarganya beberapa kali meminta agar sang ayah mendapatkan perawatan lebih lanjut karena kondisinya dinilai sudah cukup parah.
Namun, menurut pengakuannya, dokter menyampaikan pasien belum menunjukkan kondisi yang mengharuskan rawat inap.
"Bapak disuruh pulang, (dibilang) tidak perlu rawat inap," beber Nidia.
Meski demikian, keluarga tetap meminta agar sang ayah dirawat karena kondisi kesehatannya di rumah disebut semakin memburuk.
"Tapi keluarga masih meyakinkan dokter untuk bapak dirawat karena di rumah kondisinya sudah parah," ungkapnya.