PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA TIMUR -- Media sosial tengah ramai membahas unggahan yang menyebut sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terjangkit HIV/AIDS. Unggahan tersebut menyebut jenjang pendidikan yang terdampak mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA.
Informasi yang beredar itu pun mendapat perhatian publik dan direspons oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo serta Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
Dinkes Sidoarjo menegaskan angka 522 pelajar yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan data resmi. Sementara itu, Emil Dardak mengingatkan bahwa persoalan HIV tetap harus menjadi perhatian bersama melalui upaya pencegahan dan pendampingan.
Dinkes: Kasus HIV pada Usia Sekolah Jauh di Bawah Angka yang Beredar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan berdasarkan data sejak 2001 hingga pertengahan 2026 terdapat 60 kasus HIV/AIDS pada kelompok usia 11-17 tahun.
Dari jumlah tersebut, tujuh orang telah meninggal dunia, sedangkan 53 lainnya masih menjalani pengobatan dan pendampingan.
"Dari total tersebut, tujuh orang telah meninggal dunia. Sehingga jumlah penyintas yang masih tercatat saat ini sebanyak 53 orang," kata Lakhsmie kepada awak media di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).
Sementara itu, pada kelompok usia 0-10 tahun tercatat sebanyak 117 kasus HIV sejak 2001 hingga 2026.
Menurut Lakhsmie, sebanyak 35 anak telah meninggal dunia, 50 anak berstatus lost to follow up, sedangkan 32 anak masih menjalani pengobatan secara rutin.
"Sebanyak 35 anak telah meninggal dunia, sementara 50 anak berstatus lost to follow up. Jadi, kami belum mengetahui apakah mereka telah meninggal dunia, berpindah tempat tinggal, atau karena penyebab lainnya," jelasnya.
Emil Dardak: HIV Bukan Persoalan Baru
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan persoalan HIV di Sidoarjo bukan merupakan kasus baru, melainkan telah menjadi bagian dari koordinasi rutin antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
"Kasus di Sidoarjo ini bukan sesuatu yang baru dibahas, melainkan kelanjutan dari koordinasi yang selama ini sudah berjalan antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Sidoarjo," ujar Emil, Kamis (23/7/2026).