Dalam unggahan lain, Zilly turut menyindir pejabat yang berada di dalam kendaraan yang dikawal. Menurutnya, pejabat seharusnya berangkat lebih awal tanpa mengandalkan pengawalan untuk menerobos kemacetan.
"Kalau Anda harus pergi ke kantor atau ke DPR pagi, tolong berangkatnya subuh. Jakarta macet, tidak usah mengandalkan Patwal. Saya juga punya keperluan, semua masyarakat punya keperluan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pengguna jalan memiliki kepentingan yang sama.
"Kami juga harus bekerja. Tidak semua orang akan mengalah. Seperti saya, saya tidak akan mengalah kalau saya merasa benar," katanya.
Dalam unggahan terbarunya, Zilly memperlihatkan pesan langsung (DM) dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Patwal bernama Dimas.
Dalam pesan tersebut, Dimas menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Zilly.
"Selamat siang Ibu Zilly. Mohon izin, perkenalkan saya Dimas yang di Fairmont. Perkenankan saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan perjalanan Ibu," tulisnya dalam pesan yang diunggah Zilly, Kamis (2/7/2026).
Dimas juga membantah telah memaki Zilly. Menurutnya, nada suaranya terdengar keras karena menggunakan mikrofon yang terhubung ke pengeras suara.
"Niat saya hanya untuk memberi tahu, tidak ada niatan apa-apa. Mungkin nada saya terdengar keras karena menggunakan microphone yang terhubung ke speaker dengan volume yang masih cukup kencang," jelasnya. ***